- Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Iran tetap bersiap untuk perang total karena tidak memercayai komitmen diplomatik Amerika Serikat yang sering melakukan tipu daya.
- Iran mengeklaim kemenangan militer atas AS dan Israel setelah sukses menghancurkan ratusan drone serta jet tempur canggih selama agresi sejak Februari lalu.
- Teheran menolak keras blokade laut di Selat Hormuz dan menuntut agar Hezbollah dimasukkan ke dalam setiap poin kesepakatan gencatan senjata di masa depan.
Negara ini menganggap diri mereka menang karena berhasil mematahkan miskalkulasi musuh yang meremehkan ketahanan rakyat dan kekuatan pertahanan Teheran.
Kontrol Mutlak Selat Hormuz: Balasan untuk Blokade Trump
Terkait isu keamanan maritim, Ketua Parlemen Iran mengkritik keras langkah sepihak pemerintahan Donald Trump yang mencoba memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz.
Ia menyebut kebijakan blokade tersebut sebagai langkah yang salah kaprah dan hanya akan merugikan stabilitas ekonomi internasional.
Ghalibaf, sebagaimana laporan Tasnim News, menegaskan bahwa Iran memiliki kontrol penuh atas Selat Hormuz dan tidak akan membiarkan satu pihak pun mencampuri urusan di jalur air strategis tersebut.
Menurutnya, tidak ada kapal yang bisa melewati jalur tersebut tanpa izin atau keberadaan Iran yang mampu menjamin keamanan navigasi sesuai hukum internasional.
Teheran juga menetapkan syarat bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata di masa depan harus mencakup Hezbollah sebagai bagian dari Poros Perlawanan.
Sikap teguh ini diambil karena Hezbollah dianggap telah berdiri bersama Iran dalam menghadapi agresi luar, sehingga mereka harus berada di bawah perlindungan gencatan senjata yang sama.
Latar Belakang Konflik
Baca Juga: Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
Eskalasi besar antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel meletus sejak 28 Februari 2026, yang memicu serangkaian serangan balasan ke berbagai pangkalan militer di kawasan.
Iran memasuki konflik ini dengan bekal pengalaman berharga dari perang singkat selama 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 silam.
Konflik yang menghancurkan infrastruktur energi di Teluk Persia ini sempat mereda setelah Pakistan memediasi gencatan senjata sementara selama dua minggu pada 8 April.
Meski pembicaraan damai terus diupayakan di Islamabad, Iran tetap curiga bahwa AS hanya menggunakan diplomasi sebagai kedok untuk menutupi menipisnya stok amunisi mereka.
Hingga saat ini, Teheran tetap pada pendiriannya untuk tidak memberikan konsesi apa pun yang dapat mencederai hak kedaulatan nuklir dan kedaulatan teritorial mereka.
Berita Terkait
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat
-
AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program