-
Shamim Mafi ditangkap di LAX karena menjadi broker senjata ilegal Iran ke Sudan.
-
Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan drone dan jutaan amunisi.
-
Pasokan senjata ilegal tersebut memperparah krisis kemanusiaan dan perang saudara di Sudan.
Jika terbukti bersalah di hadapan hakim, Mafi menghadapi ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara di sel federal.
Keterlibatan pihak luar dalam memasok senjata diyakini semakin memperpanjang penderitaan warga sipil di wilayah Sudan yang sedang bergolak.
Persenjataan yang dikirimkan secara ilegal tersebut digunakan untuk memperkuat posisi tempur salah satu pihak dalam konflik berdarah.
Dukungan militer dari Iran ini menjadi sorotan internasional karena melanggar berbagai kebijakan embargo dan stabilitas keamanan global.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan menindak tegas setiap penduduknya yang mencoba mengambil keuntungan dari konflik bersenjata di luar negeri.
Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para makelar senjata yang beroperasi di wilayah hukum Amerika Serikat.
Konflik dan Krisis Sudan
Perang saudara di Sudan saat ini telah memasuki tahun keempat dengan intensitas kekerasan yang tidak kunjung mereda.
Pertempuran hebat ini telah memicu bencana kemulian yang sangat parah di negara yang terletak di wilayah Afrika Utara tersebut.
Baca Juga: Perang Sudan Kian Sadis, Muncul Seruan Boikot Manchester City, Kok Bisa?
Pasokan bahan pangan terus menipis drastis sehingga mengancam jutaan nyawa penduduk asli yang terjebak di tengah peperangan.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa jutaan warga Sudan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan di pengungsian.
Intervensi senjata ilegal dari luar negeri seperti yang diduga dilakukan Mafi hanya akan memperburuk situasi kelaparan dan pengungsian massal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan