- Pemerintah AS memberikan ultimatum dua pekan kepada Kuba dalam pertemuan rahasia di Havana untuk membebaskan tahanan politik.
- Washington mendesak reformasi ekonomi dan akses internet Starlink sebagai syarat bagi pemerintah Kuba guna meredakan ketegangan diplomatik.
- Presiden Kuba menolak tekanan AS dan menyatakan kesiapan melawan secara militer demi mempertahankan kedaulatan serta revolusi negaranya.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan memberikan tenggat waktu dua pekan kepada Kuba untuk membebaskan sejumlah tahanan politik.
Ultimatum ini disampaikan dalam pertemuan rahasia yang berlangsung di Havana pada 10 April lalu.
Menurut laporan USA Today, sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut nama-nama seperti Luis Manuel Otero Alcántara dan Maykel Osorbo masuk dalam daftar yang diminta untuk dibebaskan.
Keduanya merupakan tokoh oposisi dari gerakan San Isidro yang dipenjara sejak 2022.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmen Washington terhadap pembebasan seluruh tahanan politik.
“Pemerintahan Presiden Donald Trump tetap berkomitmen pada kebebasan mereka,” ujarnya.
Pertemuan rahasia tersebut disebut menjadi momen langka, dengan pesawat pemerintah AS mendarat di Kuba untuk pertama kalinya sejak 2016.
Delegasi AS juga dikabarkan melakukan pertemuan terpisah dengan kerabat mantan pemimpin Kuba, Raul Castro.
Selain isu tahanan politik, AS juga menekan Kuba untuk melakukan reformasi ekonomi dan membuka peluang investasi asing.
Baca Juga: 3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
Washington bahkan menawarkan akses internet cepat melalui layanan Starlink, dengan syarat adanya perubahan kebijakan di dalam negeri Kuba.
Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintahan Trump juga disebut tengah menyiapkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan langkah militer jika tekanan diplomatik tidak membuahkan hasil.
“Semua tergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan aksi militer,” kata Trump singkat.
Sementara itu, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Dalam wawancara dengan NBC, Díaz-Canel menegaskan Kuba siap menghadapi kemungkinan serangan militer dari Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
-
24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?
-
Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah
-
Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI
-
Tampang Eks Tentara AS Pelaku Penembakan Massal di Louisiana: 8 Anak Dihabisi di Dalam Rumah
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia
-
Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR
-
Detik-detik Penembakan Massal di Kampus Iowa AS, 5 Orang Jadi Korban, Pelaku Belum Ditangkap
-
PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter
-
Ada Apa? Prabowo Mendadak Panggil Sejumlah Menteri dan Bos Pindad ke Istana Siang Ini
-
Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
-
Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!
-
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api