News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 13:02 WIB
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Baca 10 detik
  • Pemerintah AS memberikan ultimatum dua pekan kepada Kuba dalam pertemuan rahasia di Havana untuk membebaskan tahanan politik.
  • Washington mendesak reformasi ekonomi dan akses internet Starlink sebagai syarat bagi pemerintah Kuba guna meredakan ketegangan diplomatik.
  • Presiden Kuba menolak tekanan AS dan menyatakan kesiapan melawan secara militer demi mempertahankan kedaulatan serta revolusi negaranya.

“Jika itu terjadi, akan ada perlawanan, dan jika kami harus mati, kami akan mati,” ujarnya.

Sejak Desember lalu, AS memperketat blokade terhadap Venezuela yang berdampak pada pasokan minyak ke Kuba.

Langkah itu memperburuk krisis energi di negara tersebut, yang kini mengalami pemadaman listrik meluas dan ancaman kekurangan pangan.

Díaz-Canel menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur meski berada di bawah tekanan berat.

Ia bahkan menyatakan siap mengorbankan nyawa demi mempertahankan revolusi Kuba.

“Saya tidak takut. Saya siap memberikan hidup saya untuk revolusi,” katanya.

Load More