- Presiden Donald Trump marah besar setelah jet tempur AS ditembak jatuh di Iran pada 3 April lalu.
- Staf Gedung Putih sengaja menjauhkan Trump dari pusat komando selama misi penyelamatan berlangsung demi menjaga stabilitas.
- Misi penyelamatan pilot sukses dilaksanakan berkat kerja keras intelijen CIA yang berhasil melacak lokasi di pegunungan Iran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sempat kehilangan kendali emosi, berteriak-teriak selama dua jam, ketika baru saja mengetahui jet tempur F-15 milik militer AS ditembak jatuh di wilayah Oran pada Jumat 3 April lalu.
'Drama' tersebut baru terungkap melalui laporan surat kabat The Wll Street Journal edisi Minggu (19/4) akhir pekan lalu.
Dikutip Suara.com, Senin (20/4/2026), emosi Trump tak terkendali saat diinformasikan dua pilot tempurnya dinyatakan hilang di wilayah Iran.
Menurut sumber internal administrasi, Trump dikabarkan sangat terpukul oleh bayang-bayang sejarah kelam masa lalu.
"Trump berteriak ke arah para pembantunya selama dua jam" segera setelah ia diberitahu bahwa jet tempur tersebut ditembak jatuh, menurut laporan surat kabar tersebut.
Hal ini dipicu oleh ketakutan mendalam sang presiden akan terulangnya tragedi sejarah.
"Gambaran krisis sandera Iran tahun 1979—salah satu kegagalan kebijakan internasional terbesar dalam masa kepresidenan akhir-akhir ini—telah membayangi benaknya," lapor WSJ mengutip pejabat senior tersebut.
Strategi Staf Gedung Putih Menghadapi Trump
Selama 24 jam yang sangat krusial, para penasihat senior dan pejabat tinggi pemerintah, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, berkumpul di Situation Room, untuk menerima pembaruan menit demi menit terkait misi penyelamatan.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah
Namun, ada satu sosok penting yang justru absen dari ruangan tersebut: sang Presiden sendiri. Trump sengaja 'diusir' dari ruangan itu.
Laporan tersebut mengungkapkan, staf Trump sengaja menjauhkan dirinya dari pusat komando utama. Trump hanya diberikan pembaruan melalui telepon pada saat-saat tertentu yang dianggap penting.
"Para pembantu menjauhkan presiden dari ruangan saat mereka mendapatkan pembaruan menit demi menit, karena mereka percaya ketidaksabarannya tidak akan membantu," kata pejabat itu kepada surat kabar tersebut.
Meski demikian, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membela sang presiden dengan menyatakan, Trump tetap menjadi pemimpin yang stabil yang dibutuhkan negara.
"Presiden Trump berkampanye dengan bangga atas janjinya untuk menolak kemampuan rezim Iran mengembangkan senjata nuklir, yang mana operasi mulia ini berhasil mencapainya," ujar Leavitt dalam sebuah pernyataan resmi.
Operasi Intelijen: Jarum dalam Tumpukan Jerami
Berita Terkait
-
Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah
-
Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
-
Ribuan Perempuan Iran Turun ke Jalan, Sumpah Setia ke Mojtaba Khamenei Menggema
-
Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi
-
Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur