- Presiden Donald Trump marah besar setelah jet tempur AS ditembak jatuh di Iran pada 3 April lalu.
- Staf Gedung Putih sengaja menjauhkan Trump dari pusat komando selama misi penyelamatan berlangsung demi menjaga stabilitas.
- Misi penyelamatan pilot sukses dilaksanakan berkat kerja keras intelijen CIA yang berhasil melacak lokasi di pegunungan Iran.
Misi penyelamatan itu sendiri digambarkan sebagai operasi yang sangat sulit. Setelah satu anggota awak berhasil diselamatkan segera setelah melontarkan diri, kru kedua harus menghabiskan waktu lebih dari 24 jam bersembunyi di pegunungan Iran yang berbahaya.
Amerika Serikat berlomba dengan waktu agar pilot tersebut tidak jatuh ke tangan pasukan Iran.
Keberhasilan misi ini dikreditkan kepada kerja keras CIA yang berhasil melacak lokasi pilot tersebut dan memberikan informasi presisi kepada Pentagon.
Pejabat senior administrasi menyebutkan bahwa tanpa teknologi dan kemampuan intelijen, misi ini mustahil berhasil.
"Ini adalah 'jarum dalam tumpukan jerami' yang sesungguhnya. Tapi dalam kasus ini, misi itu memperlihatkan jiwa pemberani tentara AS dan kemampuan CIA," ungkap pejabat tersebut.
Sebagai bagian dari strategi, CIA bahkan dilaporkan meluncurkan kampanye disinformasi dengan menyebarkan berita palsu bahwa pilot tersebut sudah ditemukan, guna mengecoh pasukan pencari Iran.
Setelah dipastikan selamat pada malam 4 April, Trump merayakan keberhasilan tersebut melalui platform Truth Social sekitar tengah malam.
"Pejuang pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh-musuh kita, yang semakin dekat dan dekat setiap jamnya," tulis Trump dalam unggahannya.
Retorika Kontroversial dan Pesan 'Segala Puji bagi Allah'
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah
Namun, ketenangan pasca-penyelamatan tidak bertahan lama. Keesokan paginya, Trump meluncurkan serangkaian ancaman kasar yang ditujukan langsung kepada pemerintah Iran.
Dalam salah satu unggahan yang penuh dengan kata-kata makian, ia memerintahkan Iran untuk segera membuka jalur pelayaran internasional.
Ia menulis perintah agar Iran "buka Selat itu, dasar b******* gila, atau kalian akan tinggal di Neraka," dan secara mengejutkan mengakhiri pesan tersebut dengan kalimat "Segala puji bagi Allah."
Ketegangan semakin meningkat pada 7 April ketika Trump mengancam bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" kecuali Iran setuju untuk membuka selat tersebut.
Retorika yang sangat provokatif dan tidak biasa ini memicu kekhawatiran global, bahkan membuat sejumlah anggota parlemen yang cemas menghubungi Gedung Putih untuk menanyakan kondisi kesehatan mental sang presiden.
Ketika ditanya oleh penasihatnya mengenai pesan yang dianggap aneh tersebut, terutama penggunaan istilah agama Islam, Trump memberikan jawaban yang tak terduga.
Pejabat administrasi mengungkapkan, Trump sengaja memikirkan ide untuk menyertakan pujian kepada Allah sebagai upaya untuk terlihat tidak stabil dan menyerang secara ofensif—sebuah gaya komunikasi yang menurutnya akan dipahami dan direspons oleh pihak Iran.
Hingga saat ini, manuver Trump ini terus menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat politik internasional, di mana banyak yang mempertanyakan efektivitas diplomasi "gila" yang diterapkan oleh sang presiden dalam menghadapi krisis bersenjata di Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah
-
Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
-
Ribuan Perempuan Iran Turun ke Jalan, Sumpah Setia ke Mojtaba Khamenei Menggema
-
Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi
-
Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur