- Masjid Mujahidin di Magelang memasang panel surya sejak 2025 untuk mendukung efisiensi energi melalui program 1000 Cahaya Muhammadiyah.
- Pemasangan panel surya berhasil menurunkan tagihan listrik bulanan masjid sebesar 50 persen dengan memanfaatkan energi matahari yang disimpan.
- Selain transisi energi, masjid ini juga mengolah limbah kotoran hewan kurban menjadi pupuk kompos untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah pencemaran air.
Suara.com - Atap Masjid Mujahidin, Gunungpring, Magelang, Jawa Tengah terlihat berbeda dari tempat ibadah umat Muslim kebanyakan. Bukan karena kubah atau pengeras suara, melainkan deretan panel surya yang terpasang rapi menghadap langsung ke matahari.
Sejak 2025, masjid ini telahmemanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif. Total ada lima lembar panel surya yang terpasang menghasilkan daya 2.750 Wp untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik harian.
Transisi ini memang belum sepenuhnya menggantikan pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, langkah tersebut menjadi awal penting menuju efisiensi energi yang lebih berkelanjutan.
Salah satu pengurus masjid, Aslami Ukasyah bercerita, ide pemasangan panel surya berawal dari undangan mengikuti pelatihan transisi energi yang diinisiasi oleh program 1000 Cahaya Muhammadiyah. Dari sana, pengurus mulai menyadari bahwa masjid tidak hanya sebagai pengguna energi, tetapi juga bisa berperan dalam mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Program 1000 Cahaya Muhammadiyah sendiri merupakan bagian dari gerakan 'Green Movement' yang mendorong kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi bersih. Inisiatif ini menyasar jaringan Muhammadiyah di tingkat akar rumput mulai dari ranting, sekolah, pondok pesantren, hingga masjid sebagai titik awal perubahan.
Sepulang dari pelatihan, pengurus mendapatkan dukungan dari seorang donatur yang bersedia membiayai pemasangan panel surya senilai Rp40 juta. Dalam waktu tiga hari, instalasi pun rampung.
“Alhamdulillah biaya pemasangan sekaligus ditanggung satu donatur, jadi prosesnya bisa langsung berjalan,” ujar Aslam saat berbincang dengan Suara.com, Jumat (3/4/2026).
Dari instalasi tersebut, Masjid Mujahidin kini memiliki tiga baterai berkapasitas masing-masing 4,8 kWh. Energi yang dihasilkan panel surya dapat disimpan dan digunakan hingga 24 jam sehingga tetap bisa dimanfaatkan di luar waktu paparan matahari.
Listrik dari panel surya ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pompa air, lampu penerangan, kipas angin, hingga pengeras suara.
Dalam sehari, masjid ini menampung sekitar 250 jemaah. Jumlah itu biasanya meningkat pada siang hari di hari sekolah, saat pelajar SD Muhammadiyah Gunungpring turut beraktivitas ibadah di masjid ini.
Dampakn transisi energi mulai terasa pada pengeluaran rutin masjid. Sebelum pemasangan panel surya, tagihan listrik mencapai sekitar Rp450 ribu per bulan. Kini, angkanya turun menjadi sekitar Rp200 ribu atau berkurang sekitar 50 persen.
“Efisiensi tagihan listrik lumayan, setengahnya lebih bisa dipangkas,” kata Aslam.
Olah Limbah Kotoran Hewan Kurban
Selain memulai transisi energi, Masjid Mujahidin juga mengambil langkah lain dalam pengelolaan lingkungan, khususnya saat perayaan Idul Adha. Masjid ini menjadi pionir dalam pengolahan limbah kotoran hewan kurban dengan menyediakan tiga lubang komposter di area samping masjid.
Jika di banyak tempat kotoran dan jeroan hewan kurban masih kerap dibuang ke sungai, di Masjid Mujahidin limbah tersebut justru diolah. Seluruh sisa penyembelihan dimasukkan ke dalam lubang komposter untuk diproses lebih lanjut.
“Biasanya ada yang mencuci jeroan lalu membuang kotorannya ke sungai, itu jelas mencemari. Kalau di sini, semuanya dimasukkan ke dalam lubang komposter,” kata Aslam.
Berita Terkait
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Studi Ungkap Cara Kurangi Konflik Lahan dalam Pengembangan Energi Surya
-
Tata Cara Sholat Idul Adha 2026 menurut NU dan Muhammadiyah
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
-
Said Iqbal Masuk Radar Kabinet Prabowo, Ini Bocoran Jabatannya
-
Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif
-
Mata dan Telinga Prabowo Pelototi Semua Program: Pejabat Jangan Coba-coba Korupsi!
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan