-
Seorang remaja Alabama didakwa melakukan pembunuhan terhadap gadis berusia sepuluh tahun bernama Katheryn Bigbee.
-
Jasad korban ditemukan di sebuah rumah kurang dari sejam setelah dilaporkan hilang oleh keluarga.
-
Polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian maupun hubungan antara pelaku remaja dengan korban Katheryn.
Suara.com - Kematian Katheryn Bigbee mengungkap sisi gelap kekerasan mematikan yang dilakukan oleh pelaku kategori di bawah umur.
Hanya dalam waktu satu jam setelah laporan hilang, jasad anak sepuluh tahun ini ditemukan tak bernyawa.
Dikutip dari FOX, kasus ini mengguncang ketenangan warga Piedmont karena pelaku utama merupakan seorang remaja yang kini ditahan.
Penangkapan pelaku muda ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas anak yang berakhir dengan hilangnya nyawa.
Hingga kini polisi masih menutup rapat motif di balik tindakan keji yang merenggut masa depan Katheryn.
Lokasi rumah tempat penemuan jenazah korban masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian demi kepentingan penyidikan mendalam.
"Petugas segera merespons ke kediaman tersebut," kata Kepala Polisi Piedmont Nathan Johnson dalam sebuah pernyataan.
"Mereka secara tragis menemukan seorang anak di bawah umur yang sudah meninggal di dalam rumah."
Pihak berwenang mengambil langkah tegas dengan menyembunyikan identitas pelaku karena batasan usia menurut aturan hukum.
Baca Juga: Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020
Publik menantikan jawaban pasti mengenai penyebab kematian korban yang saat ini sedang diproses secara medis.
Keluarga korban merasakan kehancuran luar biasa akibat hilangnya sosok anak yang dikenal sebagai pembawa kebahagiaan.
"Keluarga kami telah hancur berkeping-keping, dan kami kehilangan gadis kecil yang paling luar biasa dan termanis. Dia adalah cahaya di setiap ruangan yang dia masuki," tulis Blake Trammell.
"Saya tidak bisa mengungkapkan rasa sakit, rasa bersalah, dan kekosongan yang timbul dari semua ini. Kami tidak punya jawaban, hanya lebih banyak pertanyaan."
Kesedihan serupa dirasakan oleh pihak sekolah yang mengenang korban sebagai murid dengan kepribadian yang sangat ceria.
"Katheryn memiliki kepribadian yang ceria dan bersemangat yang membuatnya benar-benar istimewa. Dia adalah pembaca yang antusias dan akan dikenang karena kebahagiaan yang dia bagikan secara bebas," ungkap pihak sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat
-
Terkuak! Ini Tampang 4 Anggota BAIS Penyerang Andrie Yunus: 3 Perwira dan 1 Bintara
-
Kritik Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Ilegal, Pakar Sebut Tak Efektif Tekan Konsumsi
-
Lawan Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI: Fokus Tindak Pelakunya, Bukan Salahkan Korban
-
DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas
-
Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!
-
Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon