News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 10:22 WIB
Ilustrasi Rudal (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Perang di Iran menghabiskan hampir separuh cadangan rudal strategis utama milik Amerika Serikat.

  • Pemulihan total stok senjata canggih Amerika Serikat memerlukan waktu hingga lima tahun ke depan.

  • Kelangkaan amunisi menciptakan risiko keamanan serius bagi Amerika Serikat di wilayah Pasifik Barat.

Sean Parnell menyatakan militer “memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengeksekusi pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden.”

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa operasi militer yang berjalan tetap menjamin perlindungan terhadap kepentingan nasional Amerika Serikat.

“Sejak Presiden Trump menjabat, kami telah melaksanakan beberapa operasi yang berhasil di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki gudang kemampuan yang dalam untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami,” ujar Parnell.

Namun, data teknis menunjukkan bahwa 30 persen stok rudal Tomahawk juga telah habis terpakai dalam operasi tersebut.

Sekitar 20 persen rudal jarak jauh JASSM serta rudal SM-3 dan SM-6 juga tercatat telah keluar dari gudang persenjataan.

Diperlukan waktu transisi hingga lima tahun bagi industri pertahanan untuk mengganti sistem persenjataan canggih yang hilang itu.

Dilema Anggaran dan Produksi

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat tidak kekurangan senjata apapun.

Meski demikian, Trump tetap mengajukan permintaan tambahan dana dalam jumlah besar untuk memperkuat kembali persediaan amunisi mereka.

Baca Juga: Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

“Kami meminta untuk banyak alasan, bahkan di luar apa yang kami bicarakan di Iran,” ungkap Trump bulan lalu terkait anggaran tersebut.

“Amunisi khususnya, di tingkat tinggi kita punya banyak, tapi kita sedang menjaganya,” tambah sang Presiden menjelaskan situasi.

“Ini adalah harga kecil yang harus dibayar untuk memastikan kita tetap berada di puncak,” tegas Trump mengenai biaya pertahanan.

Sebelum perang pecah, Jenderal Dan Caine sebenarnya sudah memperingatkan dampak kampanye militer panjang terhadap cadangan senjata strategis.

Kekhawatiran ini kini merambat ke Capitol Hill karena para politisi mulai mempertanyakan kemampuan resuplay amunisi pertahanan udara.

Senator Demokrat Mark Kelly menyoroti kemampuan produksi drone dan rudal balistik Iran yang sangat masif sebagai ancaman nyata.

Load More