-
Perang di Iran menghabiskan hampir separuh cadangan rudal strategis utama milik Amerika Serikat.
-
Pemulihan total stok senjata canggih Amerika Serikat memerlukan waktu hingga lima tahun ke depan.
-
Kelangkaan amunisi menciptakan risiko keamanan serius bagi Amerika Serikat di wilayah Pasifik Barat.
Sean Parnell menyatakan militer “memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengeksekusi pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden.”
Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa operasi militer yang berjalan tetap menjamin perlindungan terhadap kepentingan nasional Amerika Serikat.
“Sejak Presiden Trump menjabat, kami telah melaksanakan beberapa operasi yang berhasil di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki gudang kemampuan yang dalam untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami,” ujar Parnell.
Namun, data teknis menunjukkan bahwa 30 persen stok rudal Tomahawk juga telah habis terpakai dalam operasi tersebut.
Sekitar 20 persen rudal jarak jauh JASSM serta rudal SM-3 dan SM-6 juga tercatat telah keluar dari gudang persenjataan.
Diperlukan waktu transisi hingga lima tahun bagi industri pertahanan untuk mengganti sistem persenjataan canggih yang hilang itu.
Dilema Anggaran dan Produksi
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat tidak kekurangan senjata apapun.
Meski demikian, Trump tetap mengajukan permintaan tambahan dana dalam jumlah besar untuk memperkuat kembali persediaan amunisi mereka.
Baca Juga: Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
“Kami meminta untuk banyak alasan, bahkan di luar apa yang kami bicarakan di Iran,” ungkap Trump bulan lalu terkait anggaran tersebut.
“Amunisi khususnya, di tingkat tinggi kita punya banyak, tapi kita sedang menjaganya,” tambah sang Presiden menjelaskan situasi.
“Ini adalah harga kecil yang harus dibayar untuk memastikan kita tetap berada di puncak,” tegas Trump mengenai biaya pertahanan.
Sebelum perang pecah, Jenderal Dan Caine sebenarnya sudah memperingatkan dampak kampanye militer panjang terhadap cadangan senjata strategis.
Kekhawatiran ini kini merambat ke Capitol Hill karena para politisi mulai mempertanyakan kemampuan resuplay amunisi pertahanan udara.
Senator Demokrat Mark Kelly menyoroti kemampuan produksi drone dan rudal balistik Iran yang sangat masif sebagai ancaman nyata.
“Iran memang memiliki kemampuan untuk membuat banyak drone Shahed, rudal balistik, jarak menengah, jarak pendek dan mereka memiliki persediaan yang sangat besar,” kata Mark Kelly.
“Jadi pada titik tertentu... ini menjadi masalah matematika dan bagaimana kita bisa memasok kembali amunisi pertahanan udara. Dari mana mereka akan berasal?”
Amerika Serikat saat ini menghadapi dilema logistik pertahanan akibat keterlibatan aktif dalam konflik di Timur Tengah yang menguras sumber daya.
Ketergantungan pada kontraktor swasta membuat proses pemulihan stok amunisi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena kendala rantai pasok.
Situasi ini memaksa Pentagon untuk meninjau ulang strategi pertahanan global mereka, terutama di wilayah Pasifik yang sedang memanas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Polda Metro Jaya Pastikan Panggil Hotman Paris usai PWI Serahkan Bukti
-
Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian
-
Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah
-
Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027
-
Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
-
Mengenal Gunung Pickaxe, Lokasi Fasilitas Iran yang Akan Dibom Amerika Serikat
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD