- IHSG melemah tipis 0,46% kemarin, namun investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp243 miliar pada sektor energi.
- Bursa Wall Street melemah akibat kekhawatiran geopolitik AS-Iran, sementara mayoritas bursa Asia justru menguat karena optimisme teknologi.
- Investor disarankan melakukan strategi trading cepat pada saham pilihan dengan memperhatikan level teknikal untuk menghadapi pasar sideways.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan kemarin dengan catatan koreksi tipis sebesar 0,46%. Meski indeks menunjukkan pelemahan, ada fenomena menarik yang patut dicermati oleh para investor lokal: aliran modal asing masih terpantau deras masuk ke lantai bursa.
Tercatat, investor mancanegara melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai kurang lebih Rp243 miliar. Beberapa saham yang menjadi incaran utama para "raksasa" asing ini didominasi oleh sektor energi dan pertambangan, seperti EMAS, INDY, UNTR, serta saham-saham seperti BNBR dan BULL.
Melihat dinamika tersebut, IHSG hari ini diperkirakan tidak akan bergerak secara agresif melainkan cenderung mendatar atau sideways. Secara teknikal, pergerakan indeks akan menguji level pendukung (support) di rentang 7450-7500.
Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG memiliki ruang untuk mencoba menembus area perlawanan (resistance) di kisaran 7570-7600.
Ketidakpastian arah pasar lokal ini tidak lepas dari tekanan eksternal yang datang dari bursa global yang sedang mengalami fluktuasi tajam akibat isu geopolitik yang tak kunjung usai.
Wall Street Terkoreksi: Harapan Damai yang Memudar
Beralih ke panggung global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street harus merelakan posisinya ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (21/4).
Kekhawatiran para pelaku pasar kian menebal setelah muncul sinyal bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mungkin tidak akan tercapai dalam waktu dekat, terutama sebelum tenggat gencatan senjata berakhir.
Indeks S&P 500 tercatat turun 0,63%, sementara Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi sebesar 0,59%.
Baca Juga: Kapal Perang Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pantai Gaza
Sentimen negatif ini semakin diperparah dengan laporan penundaan rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang dijadwalkan mengikuti negosiasi dengan pihak Teheran.
Penundaan tersebut dikabarkan terjadi karena kurangnya komitmen dari pihak Iran dalam proses perundingan.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru memberikan pernyataan yang cukup kontradiktif dengan memperpanjang masa gencatan senjata hingga adanya proposal resmi, namun tetap menegaskan bahwa militer AS dalam posisi siaga tempur jika kesepakatan buntu.
Meskipun bursa secara umum memerah, saham raksasa seperti UnitedHealth Group justru melonjak 7% berkat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, serta Amazon yang menguat tipis setelah mengumumkan investasi masif di perusahaan AI, Anthropic.
Kontras di Bursa Asia dan Sinyal Positif Sektor Teknologi
Berbeda dengan kelesuan di New York, mayoritas bursa saham Asia justru menunjukkan ketangguhan dengan menutup perdagangan di zona hijau. Investor di kawasan Asia tampaknya masih memupuk optimisme terhadap peluang negosiasi damai AS-Iran serta terdorong oleh euforia sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Berita Terkait
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata
-
Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Polda Metro Jaya Pastikan Panggil Hotman Paris usai PWI Serahkan Bukti
-
Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian
-
Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah
-
Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027
-
Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
-
Mengenal Gunung Pickaxe, Lokasi Fasilitas Iran yang Akan Dibom Amerika Serikat
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD