- Sosiolog UGM Andreas Budi Widyanta menyebut tawuran di Jakarta merupakan bentuk unjuk identitas kaum muda yang terpinggirkan secara sosial.
- Kekerasan dijadikan komoditas digital oleh remaja kelas bawah untuk mendapatkan pengakuan eksistensi dan popularitas di media sosial saat ini.
- Pemerintah disarankan menyediakan ruang dialog nyata bagi para remaja daripada hanya menerapkan pendekatan seremonial atau sekadar tindakan penghukuman.
Suara.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, memberikan kritik tajam terhadap fenomena tawuran di Jakarta yang hingga kini tak kunjung usai.
Andreas menilai, aksi kekerasan jalanan tersebut bukan sekadar perilaku menyimpang individu, melainkan bentuk unjuk identitas dari kaum muda yang selama ini disingkirkan struktur sosial.
"Jadi yang harus dibaca dari tawuran di Jakarta itu, kita perlu membaca bagaimana struktur dan ruang anak muda ini menampilkan dirinya dengan melakukan tawuran itu, sebagai bagian di dalam mereka mempertontonkan atau unjuk diri dengan identitas kekerasan yang mereka lakukan," ujarnya kepada Suara.com, Rabu (22/4/2026).
Akar persoalan terletak pada ketimpangan struktur sosial, serta semakin terbatasnya ruang publik di wilayah urban bagi masyarakat kelas bawah.
Andreas menyoroti bagaimana kaum muda dari kelas ekonomi rendah sering kali tidak memiliki "panggung" untuk meraih pengakuan melalui jalur formal seperti prestasi akademik atau ekonomi.
"Maka tawuran bisa menjadi representasi dari modal-modal simbolik untuk meraih pengakuan tentang harga diri dan juga tentang eksistensi kelompoknya," ucapnya.
Selain masalah ruang, Andreas juga menyebut para kaum muda pelaku tawuran sebenarnya adalah korban digitalisasi.
Fenomena digitalisasi membuat kekerasan menjadi komoditas untuk meraih popularitas di media sosial demi mendapatkan atensi publik.
"Ada sirkuit ekonomi di dalam popularitas digital, yang justru melanggengkan kekerasan sebagai komoditas untuk mereka mendapatkan rekognisi," kata dia.
Baca Juga: Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
Andreas pun secara terbuka mengkritik solusi-solusi bersifat seremonial atau religius yang sempat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, seperti mengadakan acara salawat di lokasi rawan tawuran.
"Nggak usah berkhotbah. Emang moral mereka lebih baik dari remaja-remaja ini?," sindirnya dengan nada keras.
Ia lebih menyarankan agar pendekatan punitif atau penghukuman diminimalisir, dan diganti dengan ruang dialog yang lebih nyata dan mampu mendengarkan keresahan para pelaku tawuran.
"Anak-anak ini butuh didengarkan, bukan dikhotbahi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!
-
Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka
-
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 4 Pemuda dan 12 Senjata Tajam Diamankan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!
-
Sindir Jokowi? Hasto Soroti Simbol 21061961 di Film Ghost in the Cell: Joko Anwar Sangat Cerdas!
-
Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!
-
Abaikan Aspirasi Rakyat Berujung Korupsi, PDIP: Kasus BGN Harusnya Bisa Dicegah Sejak Awal!
-
Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan
-
Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan
-
Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban