-
Militer Iran menetapkan siaga 100 persen untuk menyerang target strategis Amerika Serikat segera.
-
Iran menuduh militer AS melakukan pembajakan terhadap kapal dagang sipil Toska di Laut Oman.
-
Teheran mendesak PBB mengutuk agresi AS yang dianggap melanggar hukum internasional dan gencatan senjata.
Mereka juga menyoroti adanya tekanan mental yang dialami oleh para awak kapal akibat intimidasi militer AS.
Laporan resmi kini telah berada di meja Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan.
“Serangan terhadap kapal sipil ini merupakan pelanggaran berat dan nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” tulis pernyataan misi Iran.
Tindakan penyitaan kapal berbendera Iran di Laut Oman dianggap merusak tatanan keselamatan navigasi dunia.
“Intimidasi yang disengaja dan teror psikologis yang ditimbulkan kepada awak kapal dan keluarga mereka semakin memperparah sifat buruk dari tindakan ini,” tambah pernyataan tersebut.
Teheran menyebut eskalasi ini memiliki ciri khas pembajakan yang membahayakan keamanan jalur pelayaran vital global.
Perselisihan ini semakin runcing setelah AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Meski Trump mengklaim adanya perpanjangan gencatan senjata, tekanan ekonomi dan militer di laut terus berjalan.
Iran merespons kebijakan tersebut melalui jalur diplomatik di PBB sembari memperkuat baris pertahanan militer di darat dan laut.
Baca Juga: Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
Insiden kapal Toska menjadi titik baru yang dianggap Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan damai sementara.
Hingga saat ini, stabilitas di Laut Oman tetap berada pada titik terendah seiring dengan ancaman serangan balasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
-
Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us
-
Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta
-
Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul
-
Bareskrim Terbitkan DPO Frendy Dona Sang Pengendali Narkotika Sabu dan Vape Etomidate
-
Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi
-
Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog