News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB
Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]
Baca 10 detik
  • Militer Iran menetapkan siaga 100 persen untuk menyerang target strategis Amerika Serikat segera.

  • Iran menuduh militer AS melakukan pembajakan terhadap kapal dagang sipil Toska di Laut Oman.

  • Teheran mendesak PBB mengutuk agresi AS yang dianggap melanggar hukum internasional dan gencatan senjata.

Mereka juga menyoroti adanya tekanan mental yang dialami oleh para awak kapal akibat intimidasi militer AS.

Laporan resmi kini telah berada di meja Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan.

“Serangan terhadap kapal sipil ini merupakan pelanggaran berat dan nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” tulis pernyataan misi Iran.

Tindakan penyitaan kapal berbendera Iran di Laut Oman dianggap merusak tatanan keselamatan navigasi dunia.

“Intimidasi yang disengaja dan teror psikologis yang ditimbulkan kepada awak kapal dan keluarga mereka semakin memperparah sifat buruk dari tindakan ini,” tambah pernyataan tersebut.

Teheran menyebut eskalasi ini memiliki ciri khas pembajakan yang membahayakan keamanan jalur pelayaran vital global.

Perselisihan ini semakin runcing setelah AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Meski Trump mengklaim adanya perpanjangan gencatan senjata, tekanan ekonomi dan militer di laut terus berjalan.

Iran merespons kebijakan tersebut melalui jalur diplomatik di PBB sembari memperkuat baris pertahanan militer di darat dan laut.

Baca Juga: Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit

Insiden kapal Toska menjadi titik baru yang dianggap Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan damai sementara.

Hingga saat ini, stabilitas di Laut Oman tetap berada pada titik terendah seiring dengan ancaman serangan balasan.

Load More