- TB Hasanuddin menyoroti insiden baku tembak di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026 yang menewaskan 12 warga sipil.
- Anggota Komisi I DPR RI mendesak pembentukan tim investigasi gabungan untuk mengungkap fakta objektif guna meredam keresahan publik saat ini.
- Parlemen akan meminta keterangan Panglima TNI serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti insiden baku tembak yang terjadi di Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026.
Insiden tersebut diduga mengakibatkan tewasnya 12 warga sipil dan menimbulkan kesimpangsiuran informasi di ruang publik.
TB Hasanuddin mendesak pemerintah untuk segera turun ke lapangan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
Ia mendorong pembentukan tim investigasi gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta unsur aparat penegak hukum agar persoalan ini tidak menjadi bola liar.
“Harus ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas,” ujar TB Hasanuddin kepada Suara.com, Rabu (22/4/2026).
Purnawirawan jenderal TNI itu menegaskan bahwa objektivitas dalam investigasi sangat diperlukan.
Jika ditemukan adanya pelanggaran, maka proses hukum harus ditegakkan secara adil. Di sisi lain, ia mengingatkan negara untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban.
“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya.
Terkait fungsi pengawasan parlemen, TB Hasanuddin memastikan bahwa Komisi I DPR RI akan meminta keterangan langsung dari Panglima TNI untuk menjaga akuntabilitas operasi di lapangan, termasuk peran Satgas Habema.
Baca Juga: Jalan Panjang Satelit Palapa: Cerita Insinyur Asing di Indonesia 1976
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kemenko Polhukam dan Komnas HAM.
“Parlemen akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta keterangan dari Panglima TNI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Polhukam dan Komnas HAM, guna memastikan proses berjalan transparan dan adil,” jelasnya.
Sebagaimana dilaporkan, insiden kontak tembak di Kampung Kembru (Distrik Kembru) dan Kampung Jigunggi (Distrik Mageabume) hingga kini masih menjadi polemik.
Pihak TNI dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) diketahui saling melempar tuduhan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.
Berita Terkait
-
Jalan Panjang Satelit Palapa: Cerita Insinyur Asing di Indonesia 1976
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik
-
Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya
-
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
-
Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua
-
Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz
-
Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya
-
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
-
Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi
-
Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU
-
Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras