-
AS menahan tanker Tifani di Samudra Hindia sebagai perluasan blokade maritim global terhadap Iran.
-
Operasi melibatkan kapal USS Miguel Keith di wilayah Indo-Pasifik yang jauh dari Teluk Persia.
-
Tindakan penyitaan ini menyebabkan Iran membatalkan kehadiran dalam perundingan damai di Pakistan.
Hingga saat ini, M/T Tifani dilaporkan masih berputar-putar di lokasi penyergapan menunggu keputusan status hukum kargo minyaknya.
Berdasarkan preseden hukum, Departemen Kehakiman AS berpotensi mengajukan penyitaan aset kargo tersebut sebagai barang bukti pelanggaran sanksi.
Kargo minyak mentah dalam jumlah besar itu dapat dinyatakan sebagai rampasan perang dan dialihkan menjadi milik pemerintah Amerika Serikat.
Namun, langkah keras ini justru berdampak buruk pada iklim perdamaian yang selama ini diupayakan oleh mediator internasional.
Pihak Iran menilai aksi cegat di tengah laut ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan yang telah dibangun bersama.
Tehran kini menunjukkan sikap yang lebih kaku dan enggan untuk melanjutkan dialog di meja perundingan sebagai bentuk protes.
Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin menyebut tindakan AS terhadap pelayaran Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April.
Insiden ini terjadi setelah Jenderal Dan Caine memperingatkan bahwa kapal-kapal Iran akan sulit lolos dari jangkauan global Angkatan Laut AS.
Ketegangan ini bermula dari sanksi berkepanjangan terhadap program nuklir dan ekspor komoditas Iran yang dianggap membiayai aktivitas militer.
Baca Juga: Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
Sejauh ini, Iran telah menolak untuk mengirimkan delegasi ke babak baru pembicaraan damai yang direncanakan berlangsung di Pakistan.
Perluasan zona perburuan kapal di laut lepas oleh Amerika Serikat nampaknya hanya akan memperkeras posisi tawar Tehran di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat