- JPU mempertanyakan independensi ahli Ina Liem dalam sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026).
- Ahli dinilai tidak memberikan analisis berbasis data teknis serta cenderung menyampaikan opini yang tidak fokus pada keahliannya.
- Data lapangan dan temuan JPU menunjukkan rendahnya pemanfaatan perangkat yang memicu potensi kerugian negara mencapai Rp2,1 triliun.
Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan independensi ahli yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Ahli tersebut dinilai tidak menyampaikan keterangan berbasis fakta dan analisis yang kuat.
Dalam persidangan, tim penasihat hukum mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, menghadirkan Ina Liem sebagai ahli konsultan pendidikan dan karier.
Namun, JPU Roy Riady menilai kehadiran ahli tersebut justru menimbulkan keraguan atas objektivitasnya.
“Apakah ahli hadir sebagai pihak independen atau justru mendukung terdakwa dengan menggunakan baju ahli,” kata Roy dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Roy juga menyinggung rekam jejak ahli di media sosial yang dinilai kerap menggiring opini terkait perkara tersebut.
JPU menilai keterangan yang disampaikan tidak didukung data teknis yang memadai.
Dalam sidang, Ina Liem disebut mengaku tidak mengetahui data elektronik maupun kajian teknis yang menjadi dasar pengadaan Chromebook.
“Ternyata ahli tidak mengetahui hal itu, sehingga yang disampaikan hanya opini. Ini berbahaya jika opini digiring di luar pengadilan,” ujar Roy.
Baca Juga: Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?
Selain itu, JPU juga mengkritik cakupan jawaban ahli yang dinilai terlalu luas dan tidak fokus pada bidang keahliannya.
Ina Liem disebut menjawab isu pengadaan, kerugian negara, hingga aspek pendidikan secara umum.
Di sisi lain, pihak terdakwa turut menghadirkan saksi meringankan dari kalangan guru di Sorong dan Pamekasan.
Mereka mengungkapkan bahwa penggunaan Chromebook di lapangan masih sangat terbatas.
“Perangkat itu memang ada, tapi hanya digunakan untuk AKM setahun sekali,” ungkap salah satu saksi.
JPU menyebut temuan tersebut diperkuat data aktivasi dari Pusdatin dan Pusdekam periode 2020–2021 yang menunjukkan rendahnya pemanfaatan perangkat.
Hal ini dinilai menjadi indikasi bahwa pengadaan tidak berjalan optimal.
Lebih lanjut, JPU menilai pengadaan Chrome Device Management (CDM) tidak diperlukan dan justru menambah beban kerugian negara.
Nilai kerugian disebut meningkat dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,1 triliun akibat tambahan biaya CDM.
Berita Terkait
-
Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?
-
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya
-
Kejagung Bongkar Perusahaan Bayangan Zarof Ricar, Dibuat Khusus untuk Pencucian Uang
-
Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU
-
Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!