News / Nasional
Rabu, 22 April 2026 | 20:45 WIB
Panen perdana kelompok budidaya ikan air tawar, Program CSR Bidang Peningkatan Ekonomi masyarakat Desa Pelapis dan PT Dharma Inti Bersama (DIB) (Harita Group). (Ist)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Desa Pelapis bersama PT Dharma Inti Bersama (Harita Group) sukses melaksanakan panen perdana 700 kilogram ikan lele pada Januari 2026.
  • Program budi daya ini bertujuan meningkatkan ekonomi warga pesisir sebagai alternatif penghasilan tambahan saat cuaca laut tidak mendukung.
  • Pemerintah daerah dan PT Dharma Inti Bersama (Harita Group) menjamin dukungan berupa pendampingan teknis serta kepastian pasar bagi hasil panen.

Suara.com - Langit tampak kelabu di Desa Pelapis, Kayong Utara, Kalimantan Barat. Angin musim menerbangkan bau pantai khas pesisir. Pagi itu, Sabtu, awal Januari 2026, wajah-wajah warga Pelapis, memancarkan semangat dan optimisme.

Di sekitar kolam-kolam terpal berdiameter lima meter, tawa dan obrolan bersahutan. Mengiringi momen yang telah dinanti, yakni panen perdana kelompok budidaya ikan air tawar.

Program itu merupakan bagian dari Program CSR Bidang Peningkatan Ekonomi. Siapa yang menggagas? mereka adalah masyarakat Desa Pelapis dan PT Dharma Inti Bersama (DIB) (Harita Group), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

Di desa pesisir yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada laut, panen ikan lele dari kolam terpal, bukan sekadar peristiwa ekonomi.

Ia adalah simbol perubahan. Bahwa, upaya diversifikasi penghidupan bukan suatu hal mustahil, bahkan bagi masyarakat yang telah lama akrab dengan ombak dan jaring.

Sekitar empat kolam yang tersebar di tiga dusun, akhirnya dapat dipanen. Diperkirakan, hasil panen perdana mencapai sekitar 700 kilogram ikan lele.

Hujan ringan dan rintik yang turun sesekali, tak menyurutkan antusiasme warga. Anak-anak ikut mengintip dari pinggir kolam. Sementara para ibu, sibuk mengamati ikan yang diangkat ke permukaan.

Bagi mereka, inilah bukti nyata. Bahwa, kerja tak menghianati hasil. Kerja sabar selama 40–60 hari, tak sia-sia.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar, Suaka, berdiri di dekat kolam. Senyum terus mengembang. Sulit untuk disembunyikan.

Baca Juga: Solusi Cerdas Atasi Food Waste: Budidaya Lele Rumahan dengan Pakan dari Limbah Dapur

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan, atas masukan dan program-program untuk masyarakat Pelapis,” ujarnya.

Ia berharap, adanya budidaya ikan air tawar di RT 3, dapat menjadi tolok ukur bagi kawan-kawan di dua dusun lainnya.

Suaka bercerita, perjalanan menuju panen perdana, tidak selalu mulus. Namun, ada pendampingan tenaga lapangan dari PT Dharma Inti Bersama (DIB) (Harita Group).

Petugas lapang secara rutin memantau kualitas air, dan mengatur pemberian pakan agar tidak berlebihan. Tantangan itu bisa dilalui.

“Waktu paling menyenangkan itu, saat memberikan umpan,” katanya seraya tersenyum.

Rasanya, hari-hari itu kalau bisa kasih makan ikan lele terus, katanya melanjutkan.

Load More