- Masyarakat Desa Pelapis bersama PT Dharma Inti Bersama (Harita Group) sukses melaksanakan panen perdana 700 kilogram ikan lele pada Januari 2026.
- Program budi daya ini bertujuan meningkatkan ekonomi warga pesisir sebagai alternatif penghasilan tambahan saat cuaca laut tidak mendukung.
- Pemerintah daerah dan PT Dharma Inti Bersama (Harita Group) menjamin dukungan berupa pendampingan teknis serta kepastian pasar bagi hasil panen.
Ia senang dan bangga. Tantangan memelihara lele, sungguh memberikan pengalaman baginya. Kadang air kurang bagus, ada timbul penyakitnya.
“Tapi, alhamdulillah. Untuk kolam yang kami kelola ini, ikan yang sakit hanya satu dua,” kata Suaka.
Dia berharap, program ini tidak berhenti di satu titik.
Ia secara terbuka, minta dukungan pemerintah daerah. Agar, budidaya ikan air tawar, dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan, bagi masyarakat Pelapis.
Harapan Baru
Sementara itu, Camat Kepulauan Karimata, Mikrad Abdi yang turut memantau proses sosialisasi program, menyampaikan harapan serupa.
Ia menegaskan, mengubah pola pikir masyarakat nelayan tangkap bukan perkara mudah. Namun, ia bersyukur karena pendekatan bertahap, akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, hasil budi daya ikan tawar ini bagus,” kata Mikrad.
Menurutnya, keberhasilan panen membuka peluang besar ke depan. Produk ikan lele bisa menjadi sumber penghasilan tambahan, saat cuaca laut tidak bersahabat.
Baca Juga: Solusi Cerdas Atasi Food Waste: Budidaya Lele Rumahan dengan Pakan dari Limbah Dapur
Ia optimistis, jika dikelola dengan serius, budidaya lele yang kini masih menjadi usaha sampingan, dapat berkembang menjadi andalan perekonomian rumah tangga warga.
“Kan tidak selalu ke laut karena cuaca. Seperti, saat sekarang ini,” tambahnya.
Sehingga, budi daya lele ini bisa menjadi penghasilan tambahan. Perekonomian masyarakat bisa meningkat.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan menjadi berkah untuk semuanya,” katanya melanjutkan.
Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hendra, yang hadir langsung menyaksikan panen perdana tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Menurutnya, Dinas Perikanan siap menurunkan tenaga pendamping dan membantu penyediaan bibit ikan.
“Pemerintah daerah akan memperjuangkan masyarakat nelayan. Program Kampung Nelayan Merah Putih terus didorong,” ujarnya.
Ia mengapresiasi setinggi-tingginya, peran PT DIB dan tim CSR yang telah konsisten membina masyarakat Pelapis.
“Ibarat anak baru lahir, belajar merangkak itu butuh proses. Sekali dua kali gagal itu biasa,” kata Hendra memberi motivasi.
"Mudah-mudahan ke depannya, belajar dari kegagalan, kita bisa maju lagi," tambah dia.
Menurutnya, Pelapis memiliki keunggulan yang belum tentu dimiliki peternak lele di wilayah lain. Apa itu? Kepastian pasar. PT DIB Harita siap menampung dan membeli panen lele warga.
“Mari kita jadikan ini momentum,” ujarnya mengajak warga.
Menurutnya, kelebihan Pelapis adalah, kalau warga bekerja, yang membeli sudah ada, yaitu PT DIB Harita.
“Alhamdulillah, yang membeli sudah ada, tinggal kesiapan masyarakatnya,” katanya.
Ia pun mendorong agar program budi daya ini terus dikembangkan. Tak hanya pada tahap pembesaran, tapi juga ke arah pembibitan dan pembuatan pakan mandiri.
Dengan demikian, rantai nilai ekonomi bisa semakin panjang, dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
PT DIB Siap Tampung
Sebagai perwakilan perusahaan, Government Relation Manager DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa hadir di tengah masyarakat Pelapis, pada momen penting tersebut.
Ia menyatakan sangat senang dan gembira, bisa hadir di tengah warga.
“Tiba saatnya kita merasakan jerih payah dalam mengembangkan budidaya lele. Alhamdulillah berhasil dengan baik,” ujarnya.
Seno menjelaskan, program ini dirancang sebagai bantalan ekonomi, terutama pada musim paceklik.
“Tidak perlu khawatir, ikan lele ini akan dikemanakan,” katanya.
Seno menegaskan, PT DIB menjamin akan membantu sepenuhnya, terkait hasil panen.
“Ikan lele ini pasti akan kami serap,” ujarnya lagi.
Ia juga memaparkan inovasi pengolahan hasil panen. Berdasarkan masukan tenaga ahli dari IPB. Ikan lele akan dimarinasi, untuk memperpanjang masa simpan, mengingat keterbatasan fasilitas penyimpanan ikan segar di pulau.
Ke depan, ibu-ibu di Pelapis tergabung dalam proses marinasi dan pengemasan vakum, sehingga membuka peluang ekonomi baru di tingkat rumah tangga.
Panen bukan hanya menandai keberhasilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri kolektif.
Dari kolam terpal sederhana di Dusun Kelawar, masyarakat Pelapis belajar. Bahwa, perubahan butuh proses. Namun, selalu mungkin, jika dijalani bersama.
Sebagai penutup, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hendra melantunkan pantun. Warga menyambut dengan senyum dan tepuk tangan.
“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau sudah budi daya lele ini menguntungkan, kenapa tidak kita coba lagi,"
Berita Terkait
-
Solusi Cerdas Atasi Food Waste: Budidaya Lele Rumahan dengan Pakan dari Limbah Dapur
-
Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!
-
Permintaan Ikan Kerapu Jabodetabek Tembus 60 Ton per Bulan, Penyediaan Fasilitas Jadi Tantangan
-
WMI Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar Sambil Belajar Berbisnis
-
Modal Cuma-Cuma dari Astra, Warga Gang Durian Bertahan Budidaya Ikan Nila Meski Tantangan Menghadang
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya