- Kabupaten Kayong Utara mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 5,89 persen pada tahun 2025 berkat Proyek Strategis Nasional.
- Pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang oleh Harita Group menjadi penggerak utama ekonomi serta pendukung penurunan angka kemiskinan.
- Pemerintah daerah kini fokus meningkatkan sektor unggulan dan kualitas SDM meski masih menghadapi tantangan kemandirian fiskal daerah.
Meskipun angka ini masih berada di bawah rata-rata provinsi Kalimantan Barat, tren kenaikan yang konsisten menunjukkan adanya perbaikan dalam akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak bagi warga Kayong Utara.
Di tengah tren positif tersebut, Kabupaten Kayong Utara masih menghadapi tantangan besar dalam hal kemandirian fiskal. Struktur pendapatan daerah saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, dengan persentase mencapai 95 persen.
Sementara itu, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru berada di kisaran 5 persen. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk melakukan terobosan kreatif guna menggali potensi pendapatan baru tanpa membebani iklim investasi.
Reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi pilar pendukung yang terus didorong oleh pemerintah daerah.
Romi Wijaya mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran birokrasi hingga sektor swasta, untuk lebih cermat dalam merancang program pembangunan.
Tujuannya agar setiap anggaran yang dikeluarkan dapat memberikan dampak maksimal dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok kabupaten.
“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan dalam merumuskan, merancang dan mengimplementasikan program dan kegiatan yang optimal,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Stop Sebut Gen Z Manja! Mereka Cuma Mau Bekerja Tanpa Kehilangan Kewarasan
-
3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas
-
BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 92W, Masyarakat Diminta Waspada Dampaknya
-
GoldenEye Malam Ini di Trans TV: Kebangkitan Sang Agen 007 dan Debut Gemilang Pierce Brosnan
-
Roy Suryo Yakin Menang Kasus Ijazah Jokowi Usai Hakim Terima Eksepsi Dokter Tifa
-
Jangan Salahkan Ekonomi, Tanyakan Siapa yang Mengelolanya
-
Yadea Beri Sinyal Rilis Motor Listrik Baru Dalam Waktu Dekat
-
Perbandingan Spesifikasi Mobil Listrik Populer: Mending Changan Lumin atau BYD Atto 1?
-
Gedung Belum Dibangun, DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Punya Punya Kelas Darurat
-
Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi