-
Indonesia kaji penerapan pungutan kapal di Selat Malaka untuk meningkatkan pendapatan kedaulatan ekonomi.
-
Kebijakan ini mendukung visi Presiden Prabowo dalam memposisikan Indonesia sebagai kekuatan perdagangan global.
-
Rencana tersebut menghadapi tantangan diplomasi karena ditolak oleh negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Senada dengan Malaysia, Singapura secara tegas menolak adanya pembatasan atau pungutan tambahan bagi kapal yang melintas.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menekankan pentingnya menjaga jalur tetap terbuka bagi seluruh negara tanpa hambatan.
Perbedaan pandangan antarnegara tetangga ini menjadi ujian diplomasi bagi Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan maritimnya.
Selat Malaka sendiri merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik secara vital.
Wilayah ini menanggung beban sekitar 40 persen volume perdagangan dunia setiap tahunnya termasuk pengiriman energi.
Selat Malaka merupakan salah satu titik hambatan ekonomi (chokepoint) paling krusial di dunia, setara dengan Kanal Suez dan Terusan Panama.
Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju pusat ekonomi Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
Selama puluhan tahun, status internasional selat ini menjamin kebebasan melintas bagi ribuan kapal kargo tanpa adanya retribusi langsung kepada negara pesisir.
Indonesia kini mencoba mengubah peta kebijakan tersebut melalui pendekatan ekonomi yang lebih berani dan berdaulat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Perang Dunia III di Depan Mata! Jerman Kekurangan Tentara, Warga 70 Tahun Jadi Pilihan
-
Nasib Peserta UTBK 2026 yang Curang di Undip, Terancam Masuk Daftar Hitam Permanen
-
WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban
-
KPK Batasi Masa Jabatan Ketua Umum Parpol 2 Periode, Siapa yang Paling Lama Menjabat?
-
UU PPRT Disahkan, Menko Cak Imin: Jaminan Sosial PRT Wajib, Bukan Lagi Pilihan!
-
Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!
-
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah
-
Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi
-
Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa
-
Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia