- Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Munas dan Konbes pada April 2026, diikuti Muktamar ke-35 pada Juli hingga Agustus 2026.
- Gus Lilur menekankan pentingnya menerapkan prinsip "Abuktor" untuk memastikan pemimpin baru PBNU memiliki integritas moral tanpa jejak korupsi.
- Muktamar diharapkan menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik melalui kepemimpinan inklusif yang menolak segala bentuk praktik politik uang dan korupsi.
Namun, di balik semangat inklusivitas tersebut, Gus Lilur mengingatkan bahwa standar kualitas kepemimpinan tetap menjadi prioritas utama. Siapa pun yang akan memimpin PBNU harus lolos dari standar moral yang telah ditetapkan agar organisasi tidak lagi terseret dalam isu-isu negatif yang merusak kepercayaan warga Nahdliyin.
"Di sinilah prinsip abuktor menjadi relevan, bukan soal asal-usul kader, tetapi soal integritasnya. Abuktor harus dimaknai sebagai standar minimum dalam proses Muktamar," katanya.
Lebih lanjut, Gus Lilur merinci dua poin utama dari implementasi prinsip "Abuktor" ini. Pertama, prinsip ini secara tegas menolak segala bentuk kepemimpinan yang telah tercemar oleh praktik korupsi, terutama yang bersentuhan
dengan dana publik atau layanan umat seperti haji.
Kedua, "Abuktor" juga menjadi benteng untuk melawan praktik politik uang (money politics) yang kerap membayangi forum-forum besar.
Penggunaan sumber daya negara atau kekuatan finansial untuk membeli dukungan suara dalam Muktamar dianggap sebagai ancaman serius bagi demokrasi internal NU.
Jika hal ini terjadi, maka kesucian Muktamar sebagai forum tertinggi para ulama akan luntur.
"Jika praktik ini dibiarkan, Muktamar NU akan kehilangan karakter sebagai forum ulama dan berubah menjadi arena transaksi," katanya.
Berita Terkait
-
Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
KPK Bongkar Peran Circle dalam Korupsi: Dari Keluarga hingga Kolega Jadi Jalur Uang Haram
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga
-
KPK: Bukan Hanya Khalid Basalamah, Sejumlah PIHK Juga Kembalikan Uang Kasus Haji
-
Resmi! Seskab Teddy Emban Tugas Baru Sebagai Duta Sekolah Rakyat
-
BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat
-
Khalid Basalamah Ngaku Kenal Bos Maktour Fuad Hasan, Tapi Tak Pernah Bahas Kuota Haji
-
Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
-
Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang Rp8,4 Miliar ke KPK: Kami Tidak Tahu Itu Uang Apa
-
Terseret Kasus Korupsi Haji Gus Yaqut, Khalid Basalamah Ngaku Jadi Korban: Kami Sudah Bayar Hotel
-
PRT di Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Galak?
-
Guru Besar UGM Ingatkan Pemerintah Hati-hati soal Wacana Tarif Selat Malaka