-
Prajurit Gannon Ken Van Dyke ditangkap karena judi menggunakan informasi rahasia penangkapan Maduro.
-
Keuntungan taruhan sebesar 400.000 dolar AS sempat disembunyikan melalui brankas kripto luar negeri.
-
Kasus ini memicu perdebatan regulasi pasar prediksi dan integritas personel militer Amerika.
Saat ini Commodity Futures Trading Commission turut menggugat Van Dyke untuk menuntut pengembalian seluruh keuntungan ilegal tersebut.
Platform Polymarket sendiri menyatakan telah bekerja sama sepenuhnya dengan Departemen Kehakiman untuk mengidentifikasi akun milik sang prajurit.
“Ketika kami mengidentifikasi pengguna yang bertransaksi berdasarkan informasi rahasia pemerintah, kami merujuk masalah tersebut ke DOJ & bekerja sama dengan penyelidikan mereka. Insider trading tidak memiliki tempat di Polymarket. Penangkapan hari ini adalah bukti bahwa sistem tersebut berfungsi,” tulis pihak Polymarket.
Meski demikian, pakar industri masih memperdebatkan apakah pasar prediksi merupakan alat transparansi atau justru insentif bagi pembocoran rahasia.
Kasus ini memicu desakan di Kongres untuk segera mengesahkan regulasi yang lebih ketat bagi pejabat yang terlibat dalam bursa prediksi.
Penggunaan VPN oleh warga Amerika untuk mengakses situs internasional yang tidak teregulasi tetap menjadi celah hukum yang sulit dibendung.
Penangkapan Van Dyke bermula dari suksesnya operasi rahasia militer AS yang berhasil mengekstradisi Nicolás Maduro dari istana kepresidenan di Caracas.
Maduro saat ini tengah menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba federal di New York setelah ditangkap dalam sebuah penggerebekan malam hari.
Gannon Ken Van Dyke, yang bertugas di Fort Bragg, kini harus menghadapi lima dakwaan kriminal termasuk pencurian informasi rahasia pemerintah dan penipuan.
Baca Juga: Pejabat Kontraterorisme Era Donald Trump Diskors, Terseret Dugaan Skandal Sugar Daddy
Sebagai bintara senior, Van Dyke seharusnya menjadi teladan taktis dan moral bagi prajurit muda, namun kini ia justru menanti persidangan di North Carolina.
Penyelidikan internal militer terus berlanjut untuk memastikan tidak ada personel lain yang terlibat dalam jaringan perjudian informasi rahasia ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan