- Dua PRT berinisial I dan D melompat dari lantai empat rumah di Benhil, Jakarta Pusat, Rabu malam.
- Korban D meninggal dunia di rumah sakit, sementara korban I mengalami luka kritis akibat benturan keras.
- Kedua pekerja diduga nekat melarikan diri karena mengalami pembatasan akses komunikasi serta penyitaan ponsel oleh majikannya.
Suara.com - Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial I (26) dan D (18) nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.15 WIB ini diduga merupakan upaya melarikan diri yang berakhir dengan jatuhnya korban jiwa.
Ita, salah seorang saksi mata yang merupakan tetangga di lokasi, menceritakan bahwa peristiwa tersebut terungkap setelah warga dan penghuni kos sekitar dikejutkan oleh suara dentuman keras.
“Tanggal 22, sekitar jam 11 lewat 15-an tengah malam. Posisi saya habis jemurin. Terus saya masuk, nggak lama lagi rebahan, ada yang gedor-gedor, anak kosan,” ujar Ita saat ditemui Suara.com di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Ita menjelaskan, warga mendengar setidaknya tiga kali suara benturan sebelum menemukan kedua korban tergeletak di aspal.
Begitu mendapatkan informasi tersebut, warga langsung berkerumun dan memanggil pengurus RT setempat.
Saat pertama kali dievakuasi, kedua korban masih dalam keadaan bernyawa meskipun kritis. Korban dengan inisial I (26) bahkan, masih sempat berkomunikasi dan mengeluhkan luka patah tulang yang dideritanya.
“Yang satu masih ngerintih-ngerintih. Kalau yang satu sih diajak ngobrol masih bisa. Dia bilang kayaknya tangan aku patah, sama pinggul nggak bisa digerakin,” kata Ita menirukan ucapan korban I.
Namun, nasib nahas menimpa korban D (18). Karena kondisi luka yang sangat parah, ia dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
Dugaan bahwa kedua PRT tersebut berusaha kabur dari rumah majikan diperkuat dengan ditemukannya barang-barang pribadi yang dibawa saat melompat.
Ita menyebut korban membawa perbekalan seperti pakaian dan alat mandi.
“Kayaknya sih kabur ya, soalnya dia bawa barang-barang kayak baju, sabun mandi,” tutur Ita.
Ia menambahkan bahwa saat warga bertanya alasan mereka nekat melompat, korban hanya diam dan tidak memberikan jawaban.
Selain itu, terungkap pula fakta bahwa kedua pekerja tersebut mengalami pembatasan akses komunikasi selama bekerja.
Korban sempat mengaku kepada warga bahwa telepon genggam mereka disita oleh sang majikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi