- Saiful Mujani dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya atas tuduhan makar serta penghasutan warga negara.
- Mujani menyatakan akan kooperatif memenuhi panggilan kepolisian sebagai bentuk kepatuhan hukum meski belum menerima surat panggilan resmi.
- Ia menegaskan komitmen menghadapi proses hukum secara damai demi melawan ketakutan di ruang publik masyarakat demokrasi Indonesia.
Suara.com - Saiful Mujani menanggapi santai pelaporan terhadap dirinya ke Bareskrim Polri dengan tuduhan makar. Sebelumnya, Mujani telah dilaporkan lebih dahulu ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penghasutan.
Menurut Mujani pelaporan atas dirinya ke kepolisian merupakan hak dari waega negara.
"Itu tidak apa-apa. Jadi itu menurut saya bagian dari hak warga untuk melaporkan ke polisi. Ujungnya ke mana ya saya tidak tahu," kata Mujani di usai diskuai di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Mujani memastikan dirinya bakal kooperatif dalam menghadapi laporan tersebut. Ia berujar akan datang bila kepolisian mengundangnya hadir perihal laporan.
"Pokoknya sebagai warga negara yang baik, misalnya kalau polisi mengundang kalau mengundang saya untuk datang ke Bareskrim misalnya atau ke Polda, saya akan datang dengan senang hati," kata Mujani.
Sejauh ini, Mujani menegaskan belum ada pemanggilan dari pihak kepolisian. Tetapi ia kembali memastikan bersedia hadir, meski sebagian pihak menganggap hal tersebut merepotkan.
"Ya, itu akan bagi banyak orang itu bisa merepotkan, waktu dan macam-macam. Tapi bagi saya itu adalah sebuah keharusan, dan saya sudah menyediakan waktu untuk semua ini gitu ya," katq Mujani.
Hadapi Semua dengan Damai
Mujani menyatakan siap menghadapi proses tersebut dengan damai. Ia menegaskan tidak dalam posisi melakukam kekerasan
Baca Juga: Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
"Jadi kalau teman-teman pada ngajak dan seterusnya dengan cara kekerasan itu saya orang pertama yang akan menolak. Bukan takut, tapi itu bertentangan dengan prinsip kita berdemokrasi," kata Mujani.
Mujani mengaku siap mengikuti prosedur hukum yang ada. Bahkan bila laporan terkait ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan penahanan terhadap dirinya.
"Iya penahanan ya, kalau prosedurnya harus ditahan, ya tahan aja gitu kan. Dan mungkin kalau dibandingin para bapak-bapak kita pendiri bangsa ya belum ada apa-apanya gitu kan, malu juga kita kalau yang begitu menjadi apa persoalan," kata Mujani.
Tidak Takut
Mujani menekankan agar publik tidak gentar dan tidak takut untuk bersuara. Ia berharap semakin banyak pihak yang dapat melawan ketakutan.
"Intinya harapan saya adalah tadi, dari diskusi bahwa sekarang ini sudah pada tahap langkah-langkah yang membuat masyarakat takut. Harapan saya adalah memperbesar ruang publik seperti ini untuk melawan ketakutan. Kita tidak takut. Intinya itu, kita tidak takut," kata Mujani.
Berita Terkait
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!
-
Dukungan ke Saiful Mujani Mengalir dari Aktivis, Soroti Kebebasan Kritik di Era Prabowo Subianto
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1
-
Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan
-
Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
-
Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!
-
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik?
-
Peluang Juara Persija Semakin Kecil, Mauricio Souza Beberkan Masalah Tim