News / Internasional
Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu mengaku mengidap kanker prostat dan terapi diam-diam. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan diagnosis kanker prostat tahap awal melalui laporan kesehatan tahunan pada 24 April.
  • Penundaan publikasi laporan medis selama dua bulan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan informasi sebagai alat propaganda oleh pihak Iran.
  • Netanyahu menjalani terapi radiasi selama dua setengah bulan dan menyatakan bahwa tumor telah berhasil diatasi sepenuhnya saat ini.

Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengungkap bahwa dirinya sempat menjalani pengobatan kanker prostat secara tertutup.

Pengakuan tersebut disampaikan bersamaan dengan dirilisnya laporan kesehatan tahunan pada 24 April.

Dalam pernyataannya, Netanyahu yang kini berusia 76 tahun menjelaskan bahwa publikasi laporan medis tersebut sengaja ditunda selama sekitar dua bulan.

Ia menyebut keputusan itu diambil untuk menghindari potensi pemanfaatan informasi kesehatannya sebagai alat propaganda oleh Iran.

Berdasarkan laporan medis yang dipublikasikan, untuk pertama kalinya terungkap bahwa Netanyahu didiagnosis mengidap kanker prostat.

Sebelumnya, pada Desember 2024, ia diketahui menjalani operasi pembesaran prostat yang diumumkan secara resmi oleh kantornya, namun tanpa menyebut adanya kanker.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Hasil pemeriksaan lanjutan pascaoperasi menunjukkan adanya tumor ganas berukuran kecil, kurang dari satu sentimeter, di area prostat.

Meski demikian, kondisi tersebut dinyatakan masih berada pada tahap sangat awal.

Dokumen medis yang dirilis juga menyebutkan bahwa tumor tersebut merupakan lesi kecil yang tidak menunjukkan tanda penyebaran ke organ lain.

Baca Juga: Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Hasil pemeriksaan tambahan turut mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan metastasis.

Meski waktu pasti diagnosis tidak diungkap secara detail, sumber dari Israel menyebut kondisi tersebut terdeteksi beberapa bulan lalu.

Netanyahu kemudian menjalani terapi radiasi terarah selama sekitar dua setengah bulan sebagai bagian dari proses pengobatan.

Ia menyatakan bahwa terapi yang dijalani memberikan hasil positif dan tumor berhasil diatasi sepenuhnya.

"Terima kasih kepada Tuhan, saya dalam kondisi sehat. Saya memiliki masalah kecil pada prostat yang telah ditangani sepenuhnya," ujarnya melalui media sosial.

Selama masa kepemimpinannya, Netanyahu memang beberapa kali menjalani prosedur medis.

Load More