News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi Bendera AS, Iran , dan Israel dalam Perang (freepik/freepik)
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan kesiapan menyerang Iran sembari menunggu lampu hijau dari pemerintah Amerika Serikat.
  • Target serangan meliputi pemimpin tertinggi Iran serta fasilitas energi dan infrastruktur ekonomi guna melumpuhkan kekuatan nasional mereka.
  • Pernyataan tersebut disampaikan pada 24 April 2026 di tengah ketidakpastian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan pihak Iran.

Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz melontarkan pernyataan yang sangat agresif. Ia menegaskan bahwa negaranya telah siap sepenuhnya untuk melanjutkan pertempuran melawan Iran dan kini hanya tinggal menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat.

Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat (24/4/2026), Katz bahkan secara spesifik menyebut bahwa target-target serangan, termasuk pemimpin tertinggi baru Iran dan situs-situs energi vital, telah ditentukan.

“Israel siap untuk memperbarui perang melawan Iran. Tentara Israel siap dalam pertahanan dan serangan, dan target telah ditandai,” kata Katz.

“Kami menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat, pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei yang bersekongkol melawan Israel,” lanjutnya.

Lebih jauh, Katz mengancam akan memberikan pukulan dahsyat yang bertujuan untuk mengembalikan Iran ke zaman kegelapan dengan menghancurkan fasilitas energi, listrik, dan infrastruktur ekonomi nasional mereka.

“Serangan ketika diperbarui, kali ini akan berbeda dan akan memberikan pukulan dahsyat di tempat-tempat yang paling sensitif,” ujar Katz.

Israel Katz, Menteri Perahanan Israel

Pernyataan keras ini muncul di saat periode gencatan senjata selama dua pekan antara AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan, baru saja diperpanjang secara sepihak oleh Presiden Donald Trump.

Perpanjangan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi kelanjutan negosiasi damai, meskipun Trump menegaskan bahwa blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan.

Konflik ini sendiri meletus sejak 28 Februari 2026 setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu.

Baca Juga: Media Arab Bongkar Tentara Israel Menjarah Rumah-rumah di Lebanon dalam Skala Besar

Sebagai balasan, Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz dan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Pernyataan terbaru dari Katz ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang sedang berjalan dan betapa besar potensi konflik untuk kembali meledak dalam skala yang lebih besar.

Load More