-
Cole Tomas Allen menyerang jamuan koresponden karena kebencian politik mendalam terhadap administrasi Trump.
-
Tersangka yang merupakan mantan guru berprestasi ini meninggalkan catatan berisi permintaan maaf sekaligus ancaman.
-
Pihak berwenang mendalami transformasi radikal Allen yang awalnya adalah seorang insinyur berprestasi di CalTech.
“Saya merasa geram saat memikirkan semua hal yang telah dilakukan oleh pemerintahan ini,” tulis Allen menutup pesan penuh amarahnya.
Padahal, Allen merupakan lulusan teknik mesin CalTech tahun 2017 yang pernah mendapat apresiasi luas karena menciptakan rem darurat kursi roda.
Pihak keluarga memberikan kesaksian bahwa Allen mulai rutin berlatih di lapangan tembak setelah aktif bergabung dengan kelompok aktivis sayap kiri.
Otoritas menemukan fakta bahwa dua senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut dibeli secara legal melalui proses pemeriksaan latar belakang resmi.
Meski demikian, rasa bersalah sempat terselip saat Allen meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, hingga para siswanya di California.
“Memalingkan pipi ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristiani; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas,” argumen Allen dalam tulisannya.
Kekecewaan mendalam Allen terhadap kebijakan kamp detensi dan pemerintahan Trump memicu aksi nekat yang membahayakan nyawa banyak orang tersebut.
Keluarga sempat mencoba memperingatkan polisi setelah menerima pesan ancaman tersebut, namun Allen sudah lebih dulu berada di lokasi sasaran.
Kini Cole Tomas Allen menghadapi dakwaan berlapis atas penggunaan senjata api secara ilegal serta penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.
Baca Juga: Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap