News / Internasional
Senin, 27 April 2026 | 11:42 WIB
Cole Tomas Allen (CNN)
Baca 10 detik
  • Cole Tomas Allen menyerang jamuan koresponden karena kebencian politik mendalam terhadap administrasi Trump.

  • Tersangka yang merupakan mantan guru berprestasi ini meninggalkan catatan berisi permintaan maaf sekaligus ancaman.

  • Pihak berwenang mendalami transformasi radikal Allen yang awalnya adalah seorang insinyur berprestasi di CalTech.

“Saya merasa geram saat memikirkan semua hal yang telah dilakukan oleh pemerintahan ini,” tulis Allen menutup pesan penuh amarahnya.

Padahal, Allen merupakan lulusan teknik mesin CalTech tahun 2017 yang pernah mendapat apresiasi luas karena menciptakan rem darurat kursi roda.

Pihak keluarga memberikan kesaksian bahwa Allen mulai rutin berlatih di lapangan tembak setelah aktif bergabung dengan kelompok aktivis sayap kiri.

Otoritas menemukan fakta bahwa dua senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut dibeli secara legal melalui proses pemeriksaan latar belakang resmi.

Meski demikian, rasa bersalah sempat terselip saat Allen meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, hingga para siswanya di California.

“Memalingkan pipi ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristiani; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas,” argumen Allen dalam tulisannya.

Kekecewaan mendalam Allen terhadap kebijakan kamp detensi dan pemerintahan Trump memicu aksi nekat yang membahayakan nyawa banyak orang tersebut.

Keluarga sempat mencoba memperingatkan polisi setelah menerima pesan ancaman tersebut, namun Allen sudah lebih dulu berada di lokasi sasaran.

Kini Cole Tomas Allen menghadapi dakwaan berlapis atas penggunaan senjata api secara ilegal serta penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.

Baca Juga: Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

Load More