- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Moskow untuk memperkuat koordinasi strategis setelah perundingan dengan Amerika Serikat menemui kebuntuan.
- Iran mengirimkan pesan tertulis melalui Pakistan guna menegaskan kembali posisi resmi terkait program nuklir dan keamanan Selat Hormuz.
- Presiden Donald Trump membatalkan pengiriman utusan ke Islamabad karena menilai dialog dengan Iran tidak akan menghasilkan kesepakatan berarti.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertolak ke Moskow setelah perundingan tidak langsung antara Teheran dan Washington di Islamabad menemui jalan buntu.
Langkah ini diambil Iran untuk memperkuat koordinasi dengan Rusia di tengah belum adanya kepastian kelanjutan dialog dengan Amerika Serikat.
Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran tetap berpegang pada posisi mereka, terutama terkait program nuklir dan Selat Hormuz.
Iran Tegaskan Garis Merah
Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi Araghchi berangkat ke Moskow setelah sempat singgah di Muscat, Oman.
Di tengah kebuntuan diplomasi, Iran tetap menyampaikan pesan tertulis kepada Amerika Serikat melalui jalur Pakistan.
Kantor berita Fars melaporkan pesan itu berisi penegasan mengenai sejumlah isu yang tidak dapat ditawar, termasuk program nuklir Iran dan status Selat Hormuz.
Namun, Teheran menegaskan pesan tersebut bukan bagian dari draf negosiasi, melainkan penjelasan atas posisi resmi Iran.
Trump Batalkan Pengiriman Utusan
Baca Juga: AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
Harapan muncul setelah Amerika Serikat sempat berencana mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad.
Namun, Presiden Donald Trump membatalkan rencana tersebut secara mendadak.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa tidak ada gunanya mengirim utusan jika pembicaraan dinilai tidak akan menghasilkan kesepakatan.
Pernyataan itu memperkuat keraguan Teheran terhadap keseriusan Washington dalam menempuh jalur diplomasi.
Rusia Jadi Mitra Strategis Iran
Sebelum terbang ke Moskow, Araghchi bertemu sejumlah pejabat tinggi Pakistan, termasuk Panglima Militer Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.
Berita Terkait
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
KUHAP Baru Disorot: Dinilai Buka Celah Kriminalisasi hingga Perkuat Impunitas Aparat
-
Rocky Gerung Tertawa Sambil Pegang Lengan Prabowo Saat Pelantikan, Akrab dengan Seskab Teddy
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Ironi Reformasi Polri: Saat Polisi Masih Jadi Pelaku Utama Kekerasan terhadap Jurnalis
-
Warga Bintaro-Ciledug Wajib Cek! Ada Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran Imbas Proyek Pipa
-
Sah! Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol 'Turun Tahta' Jabat Wamenko
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
1.200 Personel Amankan Persija vs Persis di GBK Malam Ini: Suporter Dilarang Bawa Flare
-
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi