- Cole Allen didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump dalam acara White House Correspondents Dinner di Washington.
- Pelaku tertangkap setelah terlibat baku tembak dengan Secret Service yang menyebabkan seorang agen mengalami luka akibat tembakan senjata.
- Aparat telah mengevakuasi seluruh pejabat tinggi dari lokasi kejadian dan saat ini sedang mendalami motif di balik serangan tersebut.
Suara.com - Dokumen pengadilan terbaru mengungkap rincian baru terkait insiden penembakan di acara White House Correspondents Dinner yang diduga merupakan upaya pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pelaku bernama Cole Tomas Allen disebut telah membeli senjata yang digunakan dalam serangan itu sejak 2023 dan 2025.
Berdasarkan berkas yang dibuka ke publik pada Senin (27/4), Allen didakwa atas tiga tuduhan federal, termasuk percobaan pembunuhan presiden, penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan, serta membawa senjata lintas negara bagian untuk melakukan kejahatan.
Dilansir dari CBS News, FBI menyebut Allen memesan kamar di Washington Hilton sejak 6 April untuk menghadiri hotel lokasi acara tahunan para jurnalis dan pejabat tinggi AS tersebut.
Penyelidik meyakini ia mengetahui Trump akan hadir setelah presiden mengumumkan penerimaan undangan acara itu melalui Truth Social pada Maret lalu.
Dalam perjalanan menuju Washington, Allen dilaporkan berangkat dari Los Angeles dengan kereta api pada 21 April, transit di Chicago, lalu tiba di ibu kota AS pada Jumat sore sebelum check-in di hotel.
Sekitar pukul 20.40 malam saat acara berlangsung, Allen disebut menerobos pemeriksaan keamanan sambil membawa senjata laras panjang.
Petugas Secret Service kemudian mendengar suara tembakan ketika pelaku memasuki area pemeriksaan.
Seorang agen Secret Service yang diidentifikasi sebagai Officer V.G. terkena tembakan di bagian dada, namun selamat karena mengenakan rompi balistik.
Baca Juga: Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional
Hingga kini, aparat masih menyelidiki apakah peluru yang mengenainya berasal dari senjata Allen atau dari tembakan aparat.
“Kami ingin memastikan itu secara akurat, jadi penyelidikan masih berlangsung,” kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche.
FBI menyatakan petugas keamanan kemudian menembak balik beberapa kali hingga Allen terjatuh dan mengalami luka ringan sebelum ditangkap hidup-hidup.
Saat ditahan, ia membawa shotgun serta pistol Rock Island Armory kaliber 38.
Tak lama sebelum serangan, Allen juga diduga mengirim email terjadwal berisi manifesto kepada keluarga dan mantan atasannya.
Dalam email tersebut, ia menandatangani namanya sebagai “Cole ‘coldForce’ ‘Friendly Federal Assassin’ Allen.”
Tag
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional
-
Melania Trump Disebut Janda, Donald Trump Ngamuk: Itu Omongan yang Beracun!
-
Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran