Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
Baca 10 detik
- Mahfud MD mengecam penyebaran potongan video ceramah Jusuf Kalla di UGM yang memicu narasi keliru terkait kerukunan beragama.
- Mahfud menegaskan bahwa pesan asli Jusuf Kalla bertujuan mencegah konflik masa lalu agar tidak terulang kembali di masyarakat.
- Mahfud mendukung langkah hukum tim Jusuf Kalla terhadap penyebar video sebagai upaya memberikan efek jera bagi publik.
"Menurut saya laporan itu wajar bisa dimaklumi dan menurut saya memang harus di diselidiki ya. Karena apa? Karena yang begini ini berbahaya. Hanya gimana ya kepentingan politik yang sangat sempit gitu untuk memojokkan orang yang sudah pastilah semua orang tahu Pak JK begitu gitu kok masih tega-teganya gitu mengatakan yang seperti itu," katanya.
Mahfud pun berharap kepolisian mendalami kasus ini agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan konten di media sosial.
"Ada cara-cara yang lebih halus tuh biasanya kalau memposting atau memberitakan tu pakai clickbait saja kan. Kalau ini mutilasi berita dipotong, lalu dia dipotong konteksnya, lalu dipetik masalah-masalah yang sangat sensitif untuk dibenturkan," ujarnya. (Tsabita Aulia)
Komentar
Berita Terkait
-
Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie
-
Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur
-
Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah
-
Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi
-
UGM Tegaskan Dosen Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Bukan Representasi Kampus
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Tak Sekadar Jejak Pesawat, Contrails Ternyata Berdampak pada Iklim: Kok Bisa?
-
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal
-
KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga
-
Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional
-
Sempat Tanya Menu Makan Malam, Jadi Pesan Terakhir Arinjani Sebelum Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha
-
Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin
-
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional