- Kebakaran melanda Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, pada Kamis pagi, 25 April 2024, sekitar pukul 07.15 WIB.
- Petugas Gulkarmat mengevakuasi penghuni melalui bagian luar gedung menggunakan tangga darurat akibat kepungan asap tebal di dalam.
- Proses evakuasi yang dilakukan dengan cepat dan prosedur keamanan ketat berhasil meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
Suara.com - Peristiwa kebakaran melanda salah satu gedung hunian di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, pada Kamis pagi (25/4/2024).
Insiden ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan penghuni, mengingat api muncul saat jam sibuk di mana warga mulai beraktivitas.
Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah sekaligus menyelamatkan sejumlah penghuni yang terjebak di dalam gedung.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 09.25 WIB, situasi terlihat sangat tegang.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu bagian gedung, menghalangi akses keluar normal bagi para penghuni.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan evakuasi dari sisi seberang bagian gedung yang terbakar guna menghindari paparan panas dan asap yang semakin tebal.
Kondisi di dalam gedung dilaporkan sangat tidak memungkinkan untuk proses evakuasi melalui tangga darurat internal.
Tebalnya asap yang mengepul di bagian dalam apartemen itu membuat petugas terpaksa melakukan evakuasi melalui bagian luar gedung.
Langkah ini diambil sebagai prosedur keselamatan darurat demi memastikan para penghuni tidak menghirup gas karbon monoksida yang berbahaya di dalam lorong-lorong gedung.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam
Teknis evakuasi dilakukan dengan peralatan lengkap dan penuh kehati-hatian. Tangga evakuasi dipasang berjenjang dari lantai dasar menuju lantai enam gedung dan satu per satu penghuni yang terjebak diturunkan.
Mengingat ketinggian gedung yang cukup ekstrem, petugas menerapkan standar keamanan ganda bagi warga yang dievakuasi.
Penghuni yang dievakuasi nampak diikatkan dengan tali agar tidak terjatuh saat menuruni tangga.
Proses penurunan penghuni ini menjadi tontonan mencekam bagi warga sekitar dan pengguna jalan di kawasan Jakarta Barat.
Satu per satu warga, mulai dari orang dewasa hingga lansia, dipandu perlahan oleh petugas menuruni anak tangga besi yang terpasang di dinding luar gedung.
Tali pengaman dipastikan terikat kuat pada tubuh penghuni sebelum mereka mulai melangkah turun dari ketinggian lantai enam.
Hingga pukul 10.00 WIB, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas terus menyisir setiap lantai untuk memastikan tidak ada lagi penghuni yang tertinggal di dalam unit apartemen mereka.
Di posko informasi, petugas mendata penghuni yang telah dievakuasi dan penghuni yang masih terjebak di dalam gedung yang terbakar.
Mengenai awal mula munculnya api, informasi sementara menyebutkan bahwa titik api berasal dari lantai bawah.
Sebelumnya, pantauan di lokasi pada pukul 09.00 WIB, asap keluar dari lantai dua salah satu bangunan gedung apartemen tersebut.
Kecepatan perambatan asap membuat penghuni di lantai-lantai atas tidak sempat turun melalui lift maupun tangga manual sebelum lorong dipenuhi asap.
Beruntung, lokasi Apartemen Mediterania berada di area strategis yang dekat dengan fasilitas publik.
Sejumlah petugas Damkar yang kebetulan berkantor di depan apartemen itu langsung sigap melakukan pemadaman dan evakuasi penghuni yang terjebak.
Respons cepat ini meminimalisir potensi jatuhnya korban jiwa lebih banyak, mengingat api dapat menyebar dengan cepat pada bangunan vertikal.
Salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian memberikan keterangan mengenai awal mula insiden tersebut.
Salah satu pekerja retail di apartemen tersebut bernama Abdul mengatakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB.
Kejadian ini berlangsung sangat cepat saat para pekerja dan penghuni baru saja memulai rutinitas pagi mereka.
"Jadi, kan kita udah mulai masuk jam 07.00 WIB tuh, terus tadi terjadinya (kebakaran) jam 07.15 WIB gitu," kata Abdul di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Kamis pagi sebagaimana dilansir Antara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kebakaran tersebut.
Area di sekitar Apartemen Mediterania Jakarta Barat masih disterilkan untuk memudahkan akses mobil pemadam kebakaran dan ambulans.
Warga diimbau untuk tidak mendekat ke lokasi demi keamanan dan kelancaran proses pendinginan gedung pasca pemadaman.
Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi juga mengalami kepadatan akibat banyaknya kendaraan petugas dan warga yang menyaksikan proses evakuasi.
Berita Terkait
-
Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sadis! Pemuda Mabuk Lempar Kucing dari Balkon Setinggi 6 Meter Cuma Disanksi Ringan
-
Teror di London! Dalam 4 Menit Dua Orang Yahudi Jadi Korban Penusukan
-
Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton
-
Kedaulatan Terancam? Akademisi Kompak Kritisi Kebijakan Akses Militer Asing di Langit Indonesia
-
KPK Ungkap Pemodal Politik Bupati Ponorogo Sugiri Diduga Juga Terlibat dalam Kasus DJKA
-
Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga
-
Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal
-
Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot
-
Rusia Prediksi UEA Keluar dari OPEC Akan Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia
-
Studi Ungkap Sungai Dunia Lepaskan Emisi Tambahan 1,5 Miliar Karbon Dioksida: Apa Dampaknya?