-
Remaja Prancis di Singapura terancam dua tahun penjara akibat menjilat sedotan mesin minuman.
-
Pelaku mengunggah aksinya ke media sosial hingga viral dan memicu investigasi kepolisian setempat.
-
Kasus ini menegaskan ketegasan hukum Singapura terhadap pelanggaran fasilitas umum oleh warga asing.
Kasus ini mengingatkan kembali pada sejarah panjang Singapura dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap warga mancanegara.
Negara tetangga Indonesia ini memang dikenal memiliki regulasi yang sangat disiplin dengan pengawasan keamanan yang luar biasa ketat.
Salah satu peristiwa paling fenomenal adalah kasus Michael Fay pada tahun 1993 yang dijatuhi hukuman cambuk akibat vandalisme.
Kala itu, intervensi diplomatik dari Presiden Amerika Serikat sekalipun tidak mampu menghapus hukuman fisik yang ditetapkan pengadilan Singapura.
Integritas hukum di negara ini tetap berdiri tegak demi menjaga ketertiban serta keamanan seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan.
Kejadian ini bermula di sebuah pusat perbelanjaan pada 12 Maret lalu saat pelaku merekam aksinya menjilat sedotan mesin jus.
Singapura memiliki sejarah ketat dalam menjaga fasilitas umum, di mana tindakan vandalisme atau gangguan publik selalu direspon dengan tindakan hukum tegas tanpa kompromi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid
-
BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit
-
Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar
-
Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG
-
Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis
-
Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI
-
BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret
-
KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa
-
Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?