- MPR RI resmi menonaktifkan juri dan pembawa acara LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa (12/5/2026).
- Tindakan tersebut diambil setelah adanya protes diskriminasi penilaian oleh peserta bernama Josepha Alexandria yang viral di media sosial.
- MPR RI akan melakukan perombakan sistem perlombaan dan evaluasi teknis menyeluruh demi menjaga objektivitas serta transparansi kompetisi di masa depan.
Suara.com - Dewan juri dan pembawa acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 resmi dinonaktifkan oleh MPR RI, setelah kinerja mereka mendapat kritik dan kecaman publik, Selasa (12/5/2026).
Pencopotan tugas juri serta pembawa acara itu dilakukan MPR setelah kinerja mereka dalam LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai kontroversi, karena dianggap menzalimi salah satu peserta, Josepha Alexandria.
Juri LCC yang dimaksud ialah Indri Wahyuni, dan Dyastasita Widya Budi. Sementara pembaca acara salah satunya ialah Shindy Luthfiana.
Insiden ini bermula dari keberanian Josepha Alexandra, atau yang akrab disapa Ocha, siswi asal SMA Negeri 1 Pontianak, yang melayangkan protes langsung di atas panggung.
Ocha merasa kelompoknya mendapatkan perlakuan diskriminatif dalam penilaian jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Video protes Ocha yang gigih mempertahankan kebenaran tersebut memicu simpati jutaan netizen dan sorotan tajam dari para tokoh politik di Jakarta.
Menanggapi situasi yang semakin memanas, MPR RI melalui keterangan resminya menyatakan bahwa integritas dalam kegiatan pendidikan bagi generasi muda adalah prioritas utama.
Penonaktifkan juri dan MC tersebut dipandang perlu untuk menjaga muruah lembaga dan kualitas kompetisi itu sendiri.
“MPR RI memahami kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar harus tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif,” demikian pernyataan MPR, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR
Keputusan berani ini dilakukan oleh panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI. Langkah ini diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat, khususnya para pelajar dan tenaga pendidik yang merasa nilai-nilai kejujuran dalam kompetisi tersebut sempat tercederai.
Publik sebelumnya sangat menyayangkan sikap juri yang dinilai kaku dan tidak konsisten dalam memberikan poin kepada peserta.
“Tentang ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalbar, panitia pelaksana Sekretariat Jenderal MPR RI sudah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC tersebut,” tulis MPR dalam akun Instagram resminya.
Tidak berhenti pada penonaktifan personel, MPR RI juga berjanji akan melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem perlombaan.
Hal ini mencakup evaluasi teknis yang lebih mendalam agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Fokus utama evaluasi ini adalah pada transparansi penilaian dan bagaimana mekanisme keberatan atau protes peserta dapat ditangani secara lebih profesional dan bermartabat.
Tag
Berita Terkait
-
Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Apa Itu Gaslighting? Ramai Dibahas gegara Ucapan MC Lomba Cerdas Cermat MPR
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Siapa MC Lomba Cerdas Cermat MPR? Ini Profilnya, Kini Kena Sanksi Tegas
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang