News / Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB
Falahudin, peternak asal Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, menujukan sapi kesayangannya yang menjadi hewan kurban pilihan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Idul Adha 2026. (ANTARA/Azmi Samsul M)
Baca 10 detik
  • Sapi Brangus bernama Ambo seberat 1,15 ton milik peternak Falahudin terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.
  • Presiden membeli sapi tersebut seharga Rp110 juta untuk disalurkan kepada masyarakat wilayah Kabupaten Tangerang pada Idul Adha.
  • Sapi mendapatkan perawatan intensif dan pengecekan kesehatan medis rutin selama tiga tahun untuk memastikan kualitasnya tetap prima.

Suara.com - Seekor sapi seberat 1,15 ton bernama Ambo mendadak jadi primadona. Sapi jenis Brangus milik Falahudin, peternak asal Balaraja, Kabupaten Tangerang, resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ambo bukan sapi biasa. Ia merupakan hasil persilangan antara sapi betina Brahman dan pejantan Aberdeen Angus, yang menghasilkan postur tubuh besar, kokoh, dan berotot.

Sapi kurban bantuan presiden ini nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sang pemilik, Falahudin, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi peternak lokal seperti dirinya, dipilihnya hewan ternak oleh orang nomor satu di Indonesia adalah sebuah pencapaian tertinggi.

"Alhamdulillah, saya merasa bangga dengan terpilihnya sapi jenis Brangus, ini punya saya, terpilih oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bangga sekali saya. Merasa bahagia yang luar biasa dalam hidup saya," kata Falahudin di Tangerang, Jumat.

Perawatan "VVIP" Sejak Dini

Menjadi pilihan presiden tentu menuntut standar kualitas yang tinggi.

Falahudin mengungkapkan bahwa Ambo telah mendapatkan perawatan intensif dan pengecekan kesehatan yang ketat guna memastikan kondisinya benar-benar layak kurban.

Tak hanya soal pakan, aspek medis pun menjadi prioritas utama. Secara berkala, tim ahli melakukan pengecekan laboratorium terhadap Ambo.

Baca Juga: Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

"Darah sudah dicek, kotoran sudah dicek. Setiap tiga bulan sekali di sini pun rutin dikasih obat cacing. Jadi kondisi dalam kondisi prima, sehat," tegasnya.

Falahudin menceritakan bahwa ia telah merawat Ambo sejak sapi tersebut masih berusia 1,5 tahun. Kini, setelah hampir tiga tahun berada di bawah pengawasannya, pertumbuhan Ambo melesat jauh melampaui sapi-sapi pada umumnya.

"Selama mengurusnya, pertumbuhan Ambo sangat pesat," tuturnya singkat.

Dibanderol Rp110 Juta

Mengenai nilai jual, Falahudin menyebutkan bahwa Presiden Prabowo memboyong sapi kesayangannya tersebut dengan harga yang sesuai dengan bobot dan kualitasnya di pasaran.

"Dibeli harga pasaran biasa, kisaran Rp110 juta," ungkap Falahudin.

Load More