News / Internasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:59 WIB
Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing mendadak diwarnai insiden ricuh. [istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menyelesaikan kunjungan tiga hari ke Beijing setelah melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping.
  • Kedua pemimpin membahas isu Taiwan dan stabilitas Selat Hormuz namun belum menghasilkan komitmen kebijakan konkret yang signifikan.
  • Trump mengklaim adanya kesepakatan dagang sektor pesawat dan energi, meskipun detail resmi kontrak tersebut belum diumumkan pemerintah.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan China setelah kunjungan tiga hari dan melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping.

Meski Trump mengklaim sejumlah kesepakatan dagang besar berhasil dicapai, belum ada kejelasan terkait isu sensitif Taiwan maupun konflik Iran.

Berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One usai lepas landas dari Beijing, Trump mengatakan dirinya dan Xi membahas persoalan Taiwan.

Namun Trump menegaskan belum membuat komitmen apa pun terkait sikap Amerika Serikat.

“Saya mendengarkan dia. Saya tidak memberikan komentar. Saya juga tidak membuat komitmen ke arah mana pun,” kata Trump dilansir dari Aljazeera.

Xi Jinping sebelumnya menyebut Taiwan sebagai isu paling penting dalam hubungan China-AS.

Presiden Donald Trump resmi memulai kunjungan pentingnya ke China dengan bertemu langsung Presiden Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5) waktu setempat. [Istimewa]

Xi memperingatkan kesalahan penanganan masalah tersebut bisa memicu konflik serius antara dua negara besar itu.

Trump juga mengaku belum memutuskan soal paket penjualan senjata baru Amerika Serikat untuk Taiwan. Paket tersebut sebelumnya telah mendapat dukungan kuat dari Kongres AS, tetapi ditentang keras oleh Beijing.

“Saya akan membuat keputusan. Tapi hal terakhir yang kita butuhkan sekarang adalah perang yang berjarak 9.500 mil dari sini,” ujar Trump.

Baca Juga: Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap

Di sisi lain, Taiwan langsung merespons perkembangan itu.

Pemerintah Taipei menyatakan akan terus memperkuat hubungan strategis dengan Washington di tengah meningkatnya risiko keamanan kawasan.

Selain Taiwan, Trump dan Xi turut membahas perang Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Trump mengatakan kedua pihak sepakat menginginkan Selat Hormuz kembali dibuka demi menjaga stabilitas jalur energi global.

Namun, Trump menepis anggapan bahwa dirinya meminta bantuan China untuk menekan Iran agar menyetujui gencatan senjata.

“Saya tidak meminta bantuan apa pun terkait Iran,” tegas Trump.

Load More