News / Internasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 17:26 WIB
Aksi penembakan terjadi Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Dua remaja bersenjata menyerbu Islamic Center San Diego pada Senin (18/5) dan menewaskan tiga orang di lokasi.
  • Petugas keamanan Amin Abdullah tewas saat berupaya melindungi jamaah sehingga berhasil mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
  • Kedua pelaku penembakan ditemukan tewas di dalam kendaraan akibat luka tembak yang diduga dilakukan oleh diri sendiri.

Suara.com - Tragedi penembakan di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5) waktu setempat menyisakan kisah heroik seorang petugas keamanan bernama Amin Abdullah.

Ayah delapan anak itu tewas setelah berusaha melindungi jamaah dan siswa saat dua remaja bersenjata menyerbu kompleks masjid.

Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat ketika dua pelaku mengenakan pakaian loreng masuk ke area masjid dan melepaskan tembakan.

Tiga orang dilaporkan tewas, termasuk Amin Abdullah, seorang pegawai toko makanan di kompleks masjid, serta seorang guru bernama Mohamed Nader.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan tindakan Amin berhasil mencegah jumlah korban yang lebih besar.

Seorang petugas keamanan jadi korban tewas saat aksi penembakan terjadi di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

“Kami percaya petugas keamanan membantu meminimalkan situasi agar tidak meluas. Tindakannya heroik, dia menyelamatkan nyawa hari ini,” ujar Wahl dilansir dari Reuters.

Sahabat korban, Abdul Saleem, mengungkapkan Amin sempat menyadari situasi mencurigakan sebelum penembakan terjadi.

“Setiap kali dia melihat orang-orang itu, dia berkata, ‘Ada sesuatu yang aneh. Tutup pintunya,’” kata Saleem.

Sementara itu, Mohamed Nader disebut datang dari rumahnya yang berada tepat di seberang jalan setelah mendengar suara tembakan.

Baca Juga: Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

Mohamed Nader berusaha memastikan istrinya yang bekerja di pusat kegiatan Islam tersebut dalam keadaan aman.

“Ketika mendengar tembakan, dia datang untuk melihat apa yang terjadi karena istrinya bekerja di sana,” ujar Saleem.

Dua pelaku yang diduga melakukan penyerangan diidentifikasi sebagai Cain Clark berusia 17 tahun dan Caleb Velasquez berusia 18 tahun.

Keduanya kemudian ditemukan tewas di dalam kendaraan beberapa blok dari lokasi kejadian akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.

Polisi mengungkapkan ibu salah satu pelaku sebelumnya sempat melapor bahwa anaknya hilang bersama sejumlah senjata api dan mobil keluarga.

Ibu pelaku juga menyebut putranya meninggalkan catatan bunuh diri dan memiliki kecenderungan ingin mengakhiri hidup.

Load More