News / Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meminta buruh tidak terus menuntut pengusaha yang sedang berjuang menghadapi beban kredit perbankan di Jakarta.
  • Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan sosial bagi pengusaha namun menolak permintaan penurunan tarif pajak secara terus-menerus.
  • Presiden memerintahkan reformasi birokrasi dan penyederhanaan izin usaha agar tidak menghambat serta memeras pengusaha dalam operasionalnya.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan buruh untuk tidak banyak menuntut kepada pengusaha. Prabowo mengatakan pengusaha juga tengah kerja keras.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat mengingatkan pentingnya kerja sama antara pengusaha dan pemerintah.

"Saya ingatkan buruh, jangan kau minta saja terus. Ya kan. Pengusaha-pengusaha juga kerja keras, pusing juga mereka harus bayar kredit ke bank," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Meski begitu, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah ingin bekerja sama.

"Kita banyak memberi perlindungan sosial supaya beban pengusaha juga tidak terlalu berat," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terbuka. Ia meminta pengusaha melaporkan jika alami kesulitan.

"Dan kita terbuka. Kalau ada yang pengusaha-pengusaha yang sulit laporkan ke kita. Tetapi, kepala negara juga meminta agar pengusaha tidak terus menerus meminta penurunan tarif pajak," ujar Prabowo.

"Kalau dia minta penurunan tarif ya kita bantu untuk sementara, jangan terus menerus minta penurunan tarif pajak. Kita mengerti krisis dunia kita mengerti, kita akan bantu," kata Prabowo.

Jangan Ganggu dan Peras Pengusaha!

Baca Juga: Prabowo Jelaskan Tujuan Pembentukan Badan Khusus Ekspor

Sebelumnya, Prabowo menegaskan agar tidak ada birokrasi berbelit yang justru mengganggu pengusaha. Prabowo mengingatkan agar pengusaha jangan diganggu.

Sebaliknya, Prabowo ingin pemerintah memperbaiki seluruh institusi untuk menciptakan iklim usaha yang baik. Sebagai contoh, Prabowo mihat institusi dalam negeri melihat aturan perisinan yang ringkas aeperti Malaysia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Jangan pengusaha diperas terus! Jangan pengusaha diganggu! Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan! Dan kita jangan banyak inisiatif," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta.

Prabowo menyoroti sejumlah peraturan baru yang justru membuat rumit iklim usaha. Padahal ditekankan Prabowo, peraturannya sudah ada tetapi sibuat turunannya.

"Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menterilah, peraturan teknislah, rekomendasilah. Akal-akalannya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah!" pinta Prabowo.

Prabowo mewanti-wanti agar apara anggota kabinetnya mewaspadai birokrat-birokrat di setiap lembaga dan institusi.

"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap 5 tahun, ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle, ya kan? Bener enggak? Mereka tuh lama," kata Prabowo.

"Nah, ciri khas birokrat yang, dia akan minta tanda tangan pada waktu jam 17.30 sore, kamu sudah capek. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan. Bener? Bener. Ini banyak," sambung Prabowo.

Load More