-
Militer Israel menyergap konvoi kapal Global Sumud Flotilla dan menahan seluruh relawan kemanusiaan.
-
Sembilan warga negara Indonesia, termasuk tiga jurnalis nasional, turut menjadi korban penangkapan tersebut.
-
PBB dan Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan tersebut karena melanggar hukum laut internasional.
Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI yang diculik Israel.
Pemerintah berjanji tidak akan menghentikan upaya diplomatik sebelum seluruh warga negara bisa dipulangkan dengan aman. Tekanan politik luar negeri terus ditingkatkan ke tingkat tertinggi.
Langkah-langkah tersebut akan terus ditempuh hingga seluruh WNI peserta flotilla ke Jalur Gaza itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat, kata dia, menambahkan.
Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari Tel Aviv atas penyitaan aset kemanusiaan internasional tersebut. Penahanan kapal logistik sipil dianggap tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” demikian Nabyl.
Kondisi di lapangan dilaporkan sangat fluktuatif mengingat proses penangkapan terjadi dalam beberapa gelombang operasi militer. Beberapa relawan sempat berada dalam posisi rawan sebelum akhirnya seluruh armada dikuasai sepenuhnya.
Mengantisipasi perkembangan situasi, sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia di sekitar kawasan konflik telah diinstruksikan bersiaga penuh. Jaringan komunikasi diplomatik terus diaktifkan 24 jam.
KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Zionis Israel, kata Yvonne pada Selasa (19/5).
Antisipasi kehilangan dokumen resmi akibat penyitaan oleh aparat Israel juga telah disiapkan oleh perwakilan RI. Bantuan darurat siap disalurkan begitu akses fisik ke para korban terbuka.
Baca Juga: PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional
Perwakilan RI siap melakukan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan pengganti apabila paspor mereka disita Zionis, serta memberikan dukungan medis apabila diperlukan.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa penyerangan terhadap misi kemanusiaan merupakan tindakan yang mencederai nilai-nilai keadilan. Komitmen Indonesia untuk mendukung hak-hak kemanusiaan warga Palestina tidak akan surut akibat insiden ini.
Indonesia mengutuk keras tindakan militer Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya yang mencakup sejumlah WNI, kata dia.
Penghadangan armada Global Sumud Flotilla (GSF) terjadi di tengah krisis multidimensi yang kian mencekik wilayah Jalur Gaza akibat blokade berkepanjangan. Wilayah tersebut kini mengalami kelangkaan parah komponen perbaikan fasilitas umum, penumpukan limbah, hingga hancurnya infrastruktur pemukiman warga.
Pencegatan di laut lepas ini menjadi preseden buruk bagi penyaluran bantuan independen internasional yang berusaha menembus rintangan sepihak Israel. Insiden ini mempertegas urgensi penegakan hukum humaniter internasional secara konsisten demi menjamin hak hidup warga sipil di wilayah konflik.
Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?
-
Tok! DPR RI Setujui RUU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR
-
Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel
-
Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor
-
KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel
-
Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak
-
TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!
-
Sidang Tuntutan Terdakwa Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Mundur ke 3 Juni, Ada Apa?
-
Terancam Pidana Berat, 4 Oknum TNI Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hadapi Sidang Tuntutan
-
Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP