-
Pemerintah Indonesia mengutuk keras penangkapan relawan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel.
-
Kementerian Luar Negeri memprioritaskan pembebasan segera seluruh WNI yang ditahan dalam misi tersebut.
-
Tindakan militer Israel ditegaskan sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Konsistensi perlindungan ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri.
Insiden tragis ini bermula saat armada Global Sumud Flotilla 2.0 bergerak membawa bantuan logistik.
Pelayaran tersebut murni membawa misi solidaritas global untuk menembus blokade ilegal di Gaza.
Namun, militer Israel merespons misi damai tersebut dengan kekuatan senjata dan penangkapan paksa.
Dunia kini menanti ketegasan komunitas internasional atas pelanggaran hak asasi manusia yang berulang ini.
Lembaga hak asasi manusia Israel, Adalah, berhasil mendokumentasikan berbagai bukti kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa para relawan tersebut.
Dikutip dari Anadolu, tindakan tidak manusiawi ini memicu gelombang kecaman internasional karena menargetkan misi bantuan sipil untuk warga Gaza.
Sedikitnya tiga aktivis dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita cedera yang sangat serius.
Puluhan peserta aksi lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat penganiayaan berulang.
Baca Juga: Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
Tim hukum Adalah mengonfirmasi adanya kesaksian yang konsisten mengenai penggunaan alat sengatan listrik terhadap para tahanan.
Para relawan kemanusiaan tersebut dipaksa bertahan dalam posisi tubuh yang menyakitkan serta merendahkan martabat manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran