News / Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)
Baca 10 detik
  • Stranas PK menemukan dana sebesar Rp12 triliun mengendap di yayasan pengelola program Makan Bergizi Gratis pada Mei 2026.
  • Kajian KPK mengungkap adanya praktik konflik kepentingan serta transaksi ilegal dalam pemilihan yayasan pengelola dapur program tersebut.
  • Program pemerintah dinilai tidak melibatkan supplier lokal secara maksimal dan kurang memiliki perencanaan matang atau grand design jelas.

Alih-alih menjadi koperasi produksi yang menyerap hasil tani rakyat, koperasi ini justru terlihat seperti toko kelontong biasa.

"Di KDKMP dalam konteks perencanaan program nampaknya Kopdes ini belum ada grand design. Harapan kita harusnya diarahkan menjadi bagaimana kemudian mengalirkan rantai pasok dari supplier-supplier lokal," tambahnya.

Kawal 20 Proyek Prioritas

Saat ini, Stranas PK bersama Bappenas tengah melakukan pendampingan intensif terhadap sekitar 20 program prioritas Presiden untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran di tengah jalan.

"Stranas PK bersama Bappenas ini mengawal secara intensif bagaimana kemudian kementerian lembaga ini mengimplementasikan proyek-proyek prioritas Presiden jangan sampai ada penyimpangan, jangan sampai ada tindak pidana korupsi," pungkas Sari.

Dalam diskusi publik dengan judul “Memperkuat Pengawasan Publik Melalui Keterbukaan Data Pengadaan”, turut hadir Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Umum LKPP Hermawan, Plt Koordinator ICW Almas Sjafrina, dan aktris Leony Vitria H yang memberikan perspektif terkait pentingnya transparansi data pengadaan bagi publik. (Dinda Pramesti K)

Load More