News / Internasional
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB
Donald Trump. [The White House]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran tengah mengupayakan finalisasi nota kesepahaman gencatan senjata melalui serangkaian diplomasi intensif melibatkan berbagai pihak internasional.
  • Unggahan media sosial provokatif Presiden Donald Trump mengenai peta Iran memicu keraguan publik serta mengancam keberlangsungan proses perundingan damai.
  • Pemerintah Iran tetap waspada dan memindahkan kamp latihan tim sepak bola ke Meksiko akibat kurangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat.

Suara.com - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran saat ini sedang berada di titik yang sangat unik sekaligus membingungkan.

Di satu sisi, dunia melihat adanya sinyal kuat menuju perdamaian untuk mengakhiri konflik panjang yang melibatkan Israel dan Iran.

Namun, di sisi lain, gaya komunikasi Presiden Donald Trump di media sosial justru dianggap sebagai ledekan yang bisa merusak meja perundingan.

Kemajuan negosiasi damai, sampai mana?

Kabar terbaru dari Washington menyebutkan bahwa persiapan perundingan perdamaian AS-Iran menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Trump sendiri mengklaim bahwa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk gencatan senjata sudah "sebagian besar dinegosiasikan" dan tinggal menunggu finalisasi.

Upaya diplomasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk panggilan telepon dengan pemimpin negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, hingga Turki.

Bahkan, Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, baru saja melakukan kunjungan yang disebut "sangat produktif" ke Teheran untuk menjembatani kesenjangan yang masih ada antara kedua belah pihak, menurut catatan Al-Jazeera.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menyatakan optimisme serupa dengan menyebut bahwa ada progres yang sedang dikerjakan secara terus-menerus.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Cuitan Trump yang mengherankan

Cuitan Donald Trump soal Iran. (X.com)

Namun, di tengah suasana diplomasi yang sensitif ini, Trump justru mengunggah konten yang bikin banyak pihak mengernyitkan dahi.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump membagikan foto bendera Amerika Serikat yang menutupi peta Iran secara penuh.

Unggahan tersebut disertai pertanyaan provokatif: "United States of the Middle East?". Tindakan ini dinilai kontradiktif dengan pernyataan pemerintahannya yang mengaku tidak ingin melakukan pendudukan atau perubahan rezim secara paksa di Iran.

Pakar hubungan internasional, Vali Nasr, menyebut tindakan Trump sebagai perilaku yang "aneh" dan bisa menyatukan rakyat Iran dalam pertahanan negara, sekaligus merusak kepercayaan terhadap niat tulus Amerika dalam berdiplomasi.

Iran enggan lengah

Load More