News / Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 19:34 WIB
Kesaksian Memilukan Relawan Dompet Dhuafa: Disiksa IDF hingga Disekap dalam Sel Mirip Kandang Anjing. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Dua relawan Indonesia, Ronggo Wirasanu dan Ustadz Herman Budianto, ditangkap dan disiksa oleh militer Israel pada Mei 2026.
  • Para relawan mengalami kekerasan fisik, intimidasi psikologis, serta penahanan di kondisi tidak manusiawi dalam misi Global Sumud Flotilla.
  • Penyiksaan selama perjalanan menuju penjara Ketziot mengakibatkan cedera serius pada bagian rusuk dan bahu para relawan kemanusiaan tersebut.

"Bekas-bekas pukulan masih terasa gitu ya di beberapa tempat yang sensitif. Yang paling terasa sekarang masih di rusuk ya kalau buat napas buat gerak masih terasa sakit," ujar Herman.

Ia juga menceritakan metode penyiksaan yang dirancang untuk menyakiti sendi-sendi tubuh. Para relawan dipaksa berjalan dengan posisi ruku' dan sujud dengan tangan terikat ke belakang.

"Mereka menariknya itu seperti memang menarik ingin mematahkan sendi karena tangan kita sudah di belakang, mereka menariknya itu dengan dua orang atau lebih dengan menarik tangan kita di belakang itu menarik ke atas ya. Jadi sempat bunyi krek gitu ya di bahu sini seakan-akan memang tujuannya adalah untuk menyakiti kita," tambahnya.

Meski harus melewati penderitaan fisik dan mental, Ustadz Herman menegaskan bahwa pengorbanan ini tidak akan sia-sia demi menyuarakan kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida.

"Alhamdulillah mudah-mudahan yang paling penting itu apa yang kami rasakan pengorbanan ini tidak sia-sia. Pertama adalah bisa menguatkan semakin menguatkan perjuangan Palestina sehingga dunia semakin melihat bagaimana kejamnya penjajah Israel," ungkapnya.

Setelah menjalani masa penahanan, para relawan akhirnya diterbangkan menuju Turki sebelum kembali ke tanah air. (Tsabita Aulia)

Load More