- Dua relawan Indonesia, Ronggo Wirasanu dan Ustadz Herman Budianto, ditangkap dan disiksa oleh militer Israel pada Mei 2026.
- Para relawan mengalami kekerasan fisik, intimidasi psikologis, serta penahanan di kondisi tidak manusiawi dalam misi Global Sumud Flotilla.
- Penyiksaan selama perjalanan menuju penjara Ketziot mengakibatkan cedera serius pada bagian rusuk dan bahu para relawan kemanusiaan tersebut.
"Bekas-bekas pukulan masih terasa gitu ya di beberapa tempat yang sensitif. Yang paling terasa sekarang masih di rusuk ya kalau buat napas buat gerak masih terasa sakit," ujar Herman.
Ia juga menceritakan metode penyiksaan yang dirancang untuk menyakiti sendi-sendi tubuh. Para relawan dipaksa berjalan dengan posisi ruku' dan sujud dengan tangan terikat ke belakang.
"Mereka menariknya itu seperti memang menarik ingin mematahkan sendi karena tangan kita sudah di belakang, mereka menariknya itu dengan dua orang atau lebih dengan menarik tangan kita di belakang itu menarik ke atas ya. Jadi sempat bunyi krek gitu ya di bahu sini seakan-akan memang tujuannya adalah untuk menyakiti kita," tambahnya.
Meski harus melewati penderitaan fisik dan mental, Ustadz Herman menegaskan bahwa pengorbanan ini tidak akan sia-sia demi menyuarakan kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida.
"Alhamdulillah mudah-mudahan yang paling penting itu apa yang kami rasakan pengorbanan ini tidak sia-sia. Pertama adalah bisa menguatkan semakin menguatkan perjuangan Palestina sehingga dunia semakin melihat bagaimana kejamnya penjajah Israel," ungkapnya.
Setelah menjalani masa penahanan, para relawan akhirnya diterbangkan menuju Turki sebelum kembali ke tanah air. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil
-
Jejak Rolex Bupati Pekalongan di INTime Senayan City, KPK Periksa Manajer Toko Irwan Mussry
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Noel Ogah Ucapkan Terima Kasih ke Pimpinan KPK: Muak, Licik Seperti Bocil
-
Bukan Hanya Islam, Indro Warkop Ajak Semua Agama Bersatu Bela Palestina
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!
-
Kumpulkan Calon Jenderal di Bandung, Prabowo Beri Instruksi Strategis dalam Taklimatnya
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?