Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Akurasi Prediksi
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan baru berbasis explainable machine learning atau pembelajaran mesin yang dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab hasil prediksi.
Metode ini memanfaatkan data pengamatan selama lebih dari satu dekade dari sepuluh lokasi di berbagai benua. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen Hygroscopicity Tandem Differential Mobility Analyzer (HTDMA) yang mampu menganalisis kemampuan aerosol menyerap air pada partikel berukuran 50 hingga 300 nanometer.
Data dikumpulkan dari berbagai lingkungan, mulai dari kota-kota besar seperti Beijing, Paris, dan Houston hingga wilayah perairan di Samudra Atlantik.
Berpotensi Meningkatkan Akurasi Model Iklim Global
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan parameter aerosol yang lebih spesifik untuk tiap wilayah dapat meningkatkan akurasi simulasi iklim global. Penyesuaian tersebut bahkan mampu mengubah estimasi gaya dorong radiasi langsung hingga sekitar 0,1 watt per meter persegi.
Menurut Mira Pöhlker, angka tersebut terlihat kecil, tetapi memiliki dampak yang signifikan ketika diterapkan pada skala global.
Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan model iklim generasi berikutnya yang lebih mampu menggambarkan kondisi nyata di kawasan perkotaan.
Dengan proyeksi yang lebih akurat, para pembuat kebijakan diharapkan dapat merancang strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang lebih efektif, khususnya bagi kota-kota besar yang menjadi pusat aktivitas manusia sekaligus sumber utama emisi.
Baca Juga: Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur