- Pengamat sosial politik Okky Madasari mengkritik pelemahan independensi KPK melalui revisi undang-undang dan perubahan status pegawai menjadi ASN.
- Okky menyatakan KPK kehilangan jati diri sebagai institusi anti-korupsi yang gagah akibat intervensi kepentingan politik sejak era Jokowi.
- Meskipun KPK masih menangkap ratusan kepala daerah, lembaga tersebut dianggap mengalami degradasi semangat reformasi akibat pelemahan sistematis secara berkelanjutan.
Matinya Reformasi di Era Jokowi
Lebih lanjut, Okky menganalisis bahwa proses "mati suri" atau pelemahan semangat Reformasi ini mulai terlihat jelas di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Ia mencatat bahwa penurunan indeks demokrasi Indonesia sejalan dengan dimulainya upaya revisi UU KPK pada akhir periode pertama Jokowi.
"Pelemahan KPK itu sudah dimulai juga sebelum periode kedua Pak Jokowi itu dimulai. Jadi saya ingat demo-demo untuk revisi UU KPK itu itu sudah terjadi di periode pertama di tahun-tahun terakhir. Jadi kalau dari indikator itu dari situlah sudah dimulainya itu di babak-babak untuk matinya reformasi," ujar Okky.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin menyederhanakan persoalan dengan menyebut Jokowi sebagai penyebab tunggal matinya reformasi.
Namun, ia menilai Jokowi memiliki andil besar karena berbagai pelemahan institusi demokrasi terjadi saat dirinya menjabat sebagai presiden.
Okky juga menyinggung praktik nepotisme politik, termasuk keterlibatan keluarga Jokowi dalam kontestasi politik nasional, yang menurutnya bertentangan dengan semangat reformasi.
“Pak Jokowi jelas punya andil besar dan Pak Jokowi adalah salah satu aktor utama karena beliau presiden. Jadi dari sini kemudian semakin meruncing, semakin meruncing, semakin dilanjutkanlah di era hari ini,” pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan
Berita Terkait
-
Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan
-
Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Noel Semprot Pimpinan KPK: 'Muak, Licik Seperti Bocil' usai Sidang Korupsi K3
-
Gus Yaqut Tak Bisa Makan Santan karena Gerd, Sang Istri Bawakan Tempe ke Rutan KPK
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang
-
Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun
-
Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?
-
Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026
-
AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal