- FBI menembak mati pelaku penyanderaan 10 pegawai sekolah di Bakersfield, California, setelah negosiasi selama 12 jam berakhir.
- Pelaku penyanderaan diidentifikasi sebagai Anthony Scott Searles-Harris, pria dengan riwayat kriminal yang melakukan aksinya di gedung perkantoran.
- Otoritas New Jersey memperketat keamanan di MetLife Stadium jelang Piala Dunia 2026 dengan melibatkan koordinasi lebih dari 400 lembaga.
Suara.com - Jelang kick off Piala Dunia 2026, keamanan di sejumlah negara bagian Amerika Serikat terbilang mencekam.
Terbaru terjadi aksi penyanderaan selama 12 jam yang berlangsung di Bakersfield, California, AS.
Aksi penyanderaan itu berakhir tragis etelah agen Federal Bureau of Investigation (FBI) menembak mati pelaku.
Insiden ini terjadi di sebuah gedung perkantoran yang menampung cabang bank dan kantor distrik sekolah.
Ketegangan berlangsung sejak siang hari hingga akhirnya aparat mengambil tindakan tegas.
“Semua sandera ditemukan selamat dan telah menjalani pemeriksaan medis di lokasi,” demikian pernyataan resmi kepolisian seperti dikutip media lokal setempat.
Sebanyak 10 orang dilaporkan menjadi sandera dalam peristiwa tersebut. Mereka merupakan pegawai Kantor Superintendent Kern.
Awalnya, aparat menerima laporan ancaman bom sekitar pukul 12.59 siang waktu setempat.
Pelaku kemudian membarikade diri di dalam gedung bersama sejumlah sandera.
Baca Juga: Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
Dua sandera sempat dibebaskan lebih awal setelah negosiasi dengan aparat.
Sementara itu, polisi menutup area luas di sekitar lokasi dan mengevakuasi gedung-gedung terdekat, termasuk balai kota dan markas kepolisian.
FBI kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Anthony Scott Searles-Harris (41).
Motif aksi belum diungkap, namun diketahui pelaku memiliki riwayat kriminal, termasuk kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur pada 2014.
Catatan juga menunjukkan ia pernah menjalani hukuman penjara dan bebas pada 2018.
Selain itu, ia sempat bertugas di militer sebelum diberhentikan secara tidak hormat.
Berita Terkait
-
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia
-
Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?
-
Bukan Lagi Kuda Hitam! Revolusi Taktik dan Generasi Emas Jadikan Maroko Penantang Juara Piala Dunia
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar