- Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, memperingatkan negara Barat agar berhenti memicu konflik demi dominasi geopolitik di Timur Tengah.
- Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X pada Senin tersebut menegaskan bahwa pencipta kekacauan justru akan terperangkap sendiri.
- Strategi memelihara instabilitas kawasan dinilai akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan kekuatan global yang merancang konflik tersebut secara permanen.
Kehancuran Sang Hegemon
Kekuatan destruktif yang dilepaskan demi mendominasi bangsa lain pada akhirnya akan terlepas dari kendali dan berbalik memangsa sang penciptanya.
"Para pemicu perselisihan, sejatinya, bukanlah arsitek kekuasaan melainkan tawanan dari kekuatan yang mereka lepaskan."
"Sebab begitu terbangun, kekuatan semacam itu tidak membedakan antara sekutu dan musuh, tidak pula antara tangan yang memanggil mereka dan nyawa yang mereka telan."
"Penghinaan terakhir mereka tiba pada saat mereka menyadari bahwa senjata yang mereka tempa untuk menundukkan orang lain telah lepas dari kekangannya dan kini memiliki kehendaknya sendiri."
"Dalam kebangkitan yang pahit itu terletak kemiskinan sejati dari kekuasaan mereka—dan awal dari kejatuhan mereka yang tak terelakkan."
Latar Belakang: Ketegangan di Timur Tengah
Pernyataan Baqaei muncul di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Selama beberapa dekade terakhir, intervensi militer asing dan berbagai kebijakan yang dinilai tidak konsisten terhadap hukum internasional disebut telah berkontribusi pada ketidakstabilan berkepanjangan di kawasan Asia Barat.
Baca Juga: Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
Iran secara konsisten menentang campur tangan negara-negara asing yang dianggap memperburuk konflik dan memperdalam perpecahan di kawasan.
Melalui pernyataan tersebut, Teheran menegaskan bahwa dominasi yang dibangun di atas konflik dan penderitaan bangsa lain pada akhirnya akan menghadapi konsekuensinya sendiri.
Berita Terkait
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
AS Berulah, Wasit Terbaik FIFA Dilarang Masuk dan Batal Bertugas di Piala Dunia 2026
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Lift Rusak Akibat Vandalisme, Lansia Terengah-Engah Naiki Tangga JPO Tapal Kuda Lenteng Agung
-
Background Politisi Disorot! Lulusan IPDN Dinilai Paling Berhak Jadi Bupati dan Wali Kota
-
Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu
-
Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci
-
Utusan Khusus Raffi Ahmad Disebut di Sidang Bea Cukai, Mensesneg Pilih Bahas Ekonomi
-
UU Baru Bolehkan Polisi Urus Gizi Nasional hingga Pangan, Eddy Hiariej: Prinsipnya 'To Serve'!
-
Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison
-
Selain Kantor WIKA, Polri Sisir Jakarta-Jatim, Geledah 3 Lokasi Terkait Korupsi PTPN XI
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Nama OB Dicatut, KPK Bongkar Taktik Bupati Muara Enim Edison Tampung Duit Haram Rp2 Miliar