- Pemerintah Iran dan Israel menghentikan serangan langsung pada Senin setelah mendapat desakan gencatan senjata dari Presiden Amerika Serikat.
- Konfrontasi militer sebelumnya sempat memicu guncangan pada pasar komoditas global dan kenaikan harga minyak mentah sebesar 5%.
- Teheran menyatakan siap kembali angkat senjata jika Israel melanjutkan agresi militer terhadap kelompok milisi Hezbollah di Lebanon.
Meskipun kabar keretakan hubungan tersebut meluas, Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mencoba menepis narasi miring tersebut.
Saat berbicara di saluran Fox News, Leiter menyebut hubungan Trump dan Netanyahu tetap solid layaknya persahabatan yang telah teruji selama 40 tahun, meskipun ia tidak menampik adanya perdebatan yang cukup sengit dalam ruang diskusi.
Di panggung diplomasi internasional, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak semua faksi untuk menahan diri secara maksimal guna menghindari kerusakan yang lebih luas.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengakui pihaknya masih saling bertukar pesan dengan Washington, namun dalam atmosfer yang diliputi rasa saling tidak percaya yang ekstrem.
Ketegangan kian berlapis karena para sekutu regional Iran ikut bergerak. Ebrahim Azizi selaku kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap kedaulatan Teheran maupun sekutunya, termasuk kelompok Houthi di Yaman, akan dibayar mahal oleh Israel.
Kelompok Houthi sendiri telah merilis maklumat politik untuk memblokade jalur pelayaran kapal dagang terafiliasi Israel di kawasan Laut Merah dan mengonfirmasi telah meluncurkan proyektil rudal ke wilayah Eilat, yang kemudian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.
Keterlibatan Houthi menjadi titik krusial baru mengingat mereka menguasai wilayah strategis di jalur alternatif pengapalan minyak mentah dunia, di tengah aksi blokade Selat Hormuz yang masih dipertahankan oleh militer Iran.
Di tengah klaim saling siaga untuk perang jangka panjang dari kedua belah pihak, situasi sipil di Teheran berangsur pulih.
Otoritas penerbangan Iran dilaporkan telah membuka kembali aktivitas penerbangan internasional di Bandara Imam Khomeini setelah sempat ditangguhkan selama seharian penuh akibat serangan rudal.
Baca Juga: 16 Tahun Absen di Piala Dunia, Bek Paraguay Emban Misi Bikin Donald Trump Menangis
Fokus diplomasi kini bergeser ke sektor perbatasan Lebanon. Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militer mereka untuk menumpas infrastruktur Hezbollah di Lebanon selatan tidak akan terikat oleh draf gencatan senjata antara AS dan Iran.
Bagi Teheran, penghentian agresi militer di Lebanon merupakan syarat mutlak bagi tercapainya perdamaian jangka panjang dengan AS.
Berita Terkait
-
Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Lift Rusak Akibat Vandalisme, Lansia Terengah-Engah Naiki Tangga JPO Tapal Kuda Lenteng Agung
-
Background Politisi Disorot! Lulusan IPDN Dinilai Paling Berhak Jadi Bupati dan Wali Kota
-
Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!
-
Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci
-
Utusan Khusus Raffi Ahmad Disebut di Sidang Bea Cukai, Mensesneg Pilih Bahas Ekonomi
-
UU Baru Bolehkan Polisi Urus Gizi Nasional hingga Pangan, Eddy Hiariej: Prinsipnya 'To Serve'!
-
Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison
-
Selain Kantor WIKA, Polri Sisir Jakarta-Jatim, Geledah 3 Lokasi Terkait Korupsi PTPN XI
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Nama OB Dicatut, KPK Bongkar Taktik Bupati Muara Enim Edison Tampung Duit Haram Rp2 Miliar