News / Metropolitan
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:05 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI perayaan Waisak. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Perayaan Puja Waisak 2570 BE berlangsung khidmat di Si Mian Fo Riverwalk Island pada Sabtu, 6 Juni 2026.
  • Sebanyak 1.000 umat Buddha mengikuti rangkaian ibadah bertema cinta kasih yang dipimpin oleh Bhante Khanit Sannano tersebut.
  • Kegiatan ini memperkuat inklusivitas ruang publik Riverwalk Island sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang majemuk.

Suara.com - Perayaan Puja Waisak 2570 BE/2026 di Si Mian Fo Riverwalk Island berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kedamaian pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Acara keagamaan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, mengingat lokasinya yang ikonik di kawasan Riverwalk Island.

Sejak sore hari, antusiasme peserta sudah terlihat dengan memadatnya area sekitar Si Mian Fo oleh para penganut agama Buddha maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan rangkaian prosesi tersebut.

Sekitar 1.000 umat Buddha dan warga dari berbagai penjuru kota hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang mengusung tema sentral “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.

Tema ini dipilih untuk merefleksikan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni di tengah dinamika masyarakat modern, terutama di kota-kota besar yang memiliki tingkat keberagaman tinggi.

Rangkaian kegiatan Puja Waisak ini diisi dengan berbagai prosesi sakral, mulai dari ibadah bersama, ritual Sanghadana, hingga Ceramah Dhamma yang disampaikan oleh Bhante Khanit Sannano.

Kehadiran Bhante Khanit Sannano memberikan kedalaman spiritual bagi para umat yang hadir, di mana ceramah yang disampaikan berfokus pada penguatan batin dan penyebaran welas asih kepada sesama makhluk hidup.

Suasana di kawasan Si Mian Fo Riverwalk Island semakin terasa istimewa berkat latar arsitektur bangunan yang megah dan tertata.

Desain arsitektur ini mendukung kekhusyukan para peserta dalam merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam agama Buddha.

Baca Juga: Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Para peserta tampak larut dalam doa-doa yang dipanjatkan, menciptakan atmosfer hangat di tengah hembusan angin kawasan pesisir tersebut.

Steven Kusumo, dalam keterangannya di sela-sela acara, menekankan bahwa keberadaan Si Mian Fo memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat peribadatan.

Ia menjelaskan bahwa lokasi ini dirancang untuk menjadi bagian dari ekosistem sosial yang mendukung kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Kehadiran Si Mian Fo di Riverwalk Island tidak hanya menjadi sarana ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan kerukunan yang kami upayakan untuk terus tumbuh di kawasan dan lingkungan ini,” ujar Steven.

Lebih lanjut, Steven memaparkan bahwa Riverwalk Island telah berkembang menjadi ruang publik yang inklusif.

Kawasan ini mempertemukan individu-individu dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras dalam satu ruang yang harmonis.

Load More