News / Internasional
Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB
Pesawat Sukhoi SU-35. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Rusia telah merampungkan produksi 20 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 pesanan Iran yang rencananya dikirim pada tahun 2026.
  • Pembelian 48 unit pesawat tempur canggih tersebut menjadi langkah strategis Iran dalam memodernisasi armada udaranya yang telah usang.
  • Kerja sama militer bilateral ini mencakup pengadaan jet tempur, helikopter serang, serta pesawat latih guna mendukung kesiapan operasional pilot.

Suara.com - Rusia dilaporkan telah merampungkan pembuatan kloter pertama sebanyak 20 unit pesawat tempur canggih Sukhoi Su-35 yang dipesan oleh Angkatan Udara Iran. Pengiriman jet tempur superioritas udara ini direncanakan bergulir pada tahun 2026.

Kehadiran armada baru ini akan menjadi tonggak sejarah penting bagi modernisasi militer Teheran, yang selama puluhan tahun terpaksa mengandalkan jet tempur lawas peninggalan era Perang Dingin.

Berdasarkan laporan dari Military Watch Magazine, seluruh armada tersebut dirakit di fasilitas Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur.

Sebelum serah terima fisik dilakukan, jet-jet tempur berkemampuan mutakhir tersebut untuk sementara waktu ditempatkan di Rusia dengan biaya perawatan yang sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Pertahanan Iran.

Kabar selesainya produksi massal ini mempertegas dokumen internal industri militer Moskow yang bocor pada akhir tahun 2025.

Saat itu, dokumen mengungkapkan bahwa 16 unit Su-35 untuk Iran telah masuk jalur perakitan. Secara total, dokumen pemerintah Rusia menyebutkan bahwa Teheran berkomitmen membeli 48 unit Su-35, menjadikannya transaksi pembelian alutsista udara terbesar bagi Iran sejak dekade 1990-an.

Kesepakatan bilateral yang diteken kedua negara pada tahun 2023 tersebut tidak terbatas pada Su-35 saja. Kerja sama militer ini turut mencakup pengadaan helikopter serang taktis Mil Mi-28 serta armada pesawat latih-tempur Yakovlev Yak-130.

Pengiriman jet Yak-130 yang sudah diinisiasi Rusia sejak September 2023 dirancang khusus sebagai bagian dari program percepatan latihan bagi para pilot tempur Iran agar siap bertransisi mengoperasikan sistem avionik canggih milik Su-35.

Sukhoi Su-35 diklasifikasikan sebagai pesawat tempur generasi 4++ yang memiliki radius tempur hingga hampir 1.600 kilometer, memberikan kemampuan bagi Iran untuk meluncurkan serangan jarak jauh ke wilayah rivalnya.

Baca Juga: Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Karakteristik tangguh lainnya adalah kemampuan lepas landas dari landasan pacu yang pendek atau pangkalan darurat, menjadikannya target yang sulit dihancurkan dalam skenario konflik terbuka.

Meski secara klasifikasi belum masuk kategori siluman seperti jet generasi kelima F-35 milik Amerika Serikat, Su-35 dinilai sebagai salah satu jet paling mematikan yang diproduksi Rusia saat ini. Burung besi ini merupakan hasil modifikasi dari basis pesawat legendaris Su-27 yang dirilis tahun 1977.

Mesin jet masif ganda Saturn 117S yang tertanam di dalamnya mampu membuat pesawat ini melesat dalam kecepatan ultrasonik untuk waktu lama tanpa perlu mengaktifkan pembakar lanjut (afterburner). Selain itu, sistem nozzle vektor dorong dua bidang (tiga dimensi) memberikan kelincahan manuver ekstrem yang tidak dimiliki jet tempur Barat sekelas F-22 Raptor.

Spesifikasi Teknis Utama Sukhoi Su-35

Dimensi Fisik: Panjang badan 21,9 meter, rentang sayap 15,3 meter, tinggi 5,9 meter, dengan berat kosong 18,4 ton serta kapasitas lepas landas maksimal (maximum take-off) mencapai 34,5 ton.

Performa Mesin: Didorong oleh 2 mesin Saturn 117S (AL-41F1S) dengan daya dorong maksimum hingga 142 kilonewton (kN). Mampu mencapai kecepatan puncak 2.390 kilometer per jam dengan jangkauan terbang maksimal 3.600 kilometer (jangkauan feri 4.500 km) pada ketinggian operasional hingga 18 kilometer.

Load More