- Sebanyak 50 orang diduga anggota TNI mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.
- Kelompok tersebut datang menggunakan delapan mobil pribadi untuk menjemput tahanan serta saksi kasus tindak pidana korupsi.
- Peristiwa ini terjadi pasca penggeledahan di kafe dan rumah Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah oleh kepolisian.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Kamis pukul 00.40 WIB, suasana di sekitar Perumahan Golf Hijau tampak mencekam.
Sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman dibantu oleh personel Brimob dengan seragam taktis dan senjata laras panjang terlihat berjaga ketat di area akses masuk rumah mewah tersebut.
Penjagaan super ketat ini dilakukan untuk memastikan proses penyisiran alat bukti berjalan tanpa gangguan.
Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor menyisir setiap sudut rumah untuk mencari dokumen penting, alat bukti elektronik, hingga aset-aset berharga lainnya yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
Operasi di Sentul ini disebut-sebut sebagai pengembangan langsung dari temuan mengejutkan di beberapa lokasi sebelumnya di Jakarta.
Rentetan Kasus: Dari PLN, Asabri, hingga TPPU PT CBS
Penggeledahan ini bukan berdiri sendiri. Polri tengah mengusut tiga klaster perkara besar yang saling bertautan.
Pertama, dugaan korupsi pengadaan batu bara yang menyebabkan krisis pasokan listrik pada PT PLN (Persero).
Kedua, pengembangan kasus korupsi PT Asabri untuk periode 2020–2025 yang diduga melibatkan oknum penyelenggara negara.
Baca Juga: Usai Geledah Cafe di Cipete, Polisi Boyong 74 Kg Emas dari Sentul
Ketiga, dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Ketiga perkara ini memiliki benang merah pada dugaan aliran dana haram kepada oknum pejabat tinggi guna mengamankan perkara atau memperlancar transaksi ilegal yang merugikan keuangan negara dalam jumlah masif.
Temuan Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN
Sebelum bergerak ke Sentul, tim gabungan terlebih dahulu mengobrak-abrik Cafe de'CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Di lokasi ini, penyidik menemukan bukti yang sangat krusial, yakni sebuah brankas rahasia yang disembunyikan secara rapi di balik furnitur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengungkapkan bahwa brankas tersebut sengaja ditempatkan di posisi yang sulit ditemukan oleh mata awam.
“Brankas ada di balik lemari, jadi tempatnya rahasia. Brankas sudah dibuka," kata Budi.
Saat berhasil dibongkar, isi brankas tersebut membuat tercengang. Penyidik menemukan tumpukan uang tunai dalam pecahan mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai angka yang luar biasa. Selain uang, dokumen-dokumen transaksi rahasia juga turut disita.
“Ada dokumen dan uang dengan jumlah fantastis."
Jejak Pencucian Uang di Money Changer
Tak berhenti di kafe mewah, penyidik juga menyasar sebuah money changer di kawasan yang sama.
Lokasi penukaran uang ini diduga kuat menjadi kanal utama untuk menyamarkan asal-usul uang hasil korupsi sebelum didistribusikan kepada pihak-pihak terkait.
Budi Hermanto menegaskan bahwa keterlibatan money changer tersebut sedang didalami melalui kacamata tindak pidana pencucian uang.
Hal ini dilakukan untuk melacak ultimate beneficial owner atau penerima manfaat akhir dari aliran dana gelap tersebut.
“Kuat diduga itu sebagai tempat pencucian uang," kata Budi.
Berita Terkait
-
Usai Geledah Cafe di Cipete, Polisi Boyong 74 Kg Emas dari Sentul
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Penggeledahan Kafe Cipete, Polisi Angkut Duit Rp67,2 M
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
Terkini
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing