News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 08:35 WIB
ILUSTRASI - Mobil Raisa disiagakan di Mapolda Metro Jaya. (Suara.com/Agung Sandy Lesmana)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 50 pria diduga tentara mendatangi Mapolda Metro Jaya pada 9 Juli 2026 dini hari untuk mengambil saksi.
  • Kedatangan tersebut memicu spekulasi intervensi terhadap proses penyidikan kasus korupsi besar yang tengah ditangani pihak kepolisian.
  • Polda Metro Jaya menegaskan bahwa segala bentuk perintangan penyidikan akan diproses hukum sesuai Pasal 21 UU Tipikor.

"Siapa pun yang mencoba-coba menghalangi penyelidikan kasus, akan diproses hukum sesuai Pasal 21 UU Tipikor," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto.

Penggeledahan Sentul City: Eskalasi Kasus Korupsi Kakap

Sebelum ketegangan di Mapolda mencuat, tim gabungan telah melakukan operasi penggeledahan besar-besaran di kawasan elite Sentul City, Bogor.

Targetnya adalah sebuah rumah mewah yang diduga kuat milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Perumahan Golf Hijau.

Operasi ini berlangsung dramatis dengan penjagaan ketat personel Brimob bersenjata laras panjang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri membongkar tiga skandal korupsi besar.

Pertama, dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu krisis listrik di PT PLN (Persero).

Kedua, penyimpangan di PT Asabri periode 2020–2025. Ketiga, dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam skema utang PT CBS kepada PT KNI.

Ketiga kasus ini diduga melibatkan jaringan elit penyelenggara negara yang saling melindungi, di mana terdapat aliran dana haram yang digunakan untuk mengamankan perkara-perkara besar.

Baca Juga: 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

Temuan Brankas Rahasia dan Uang 'Fantastis'

Salah satu bukti paling mencolok yang memicu penggeledahan rumah di Sentul adalah hasil temuan di Cafe de'CLAN Signature, Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan di kafe tersebut, penyidik menemukan sebuah brankas rahasia yang disembunyikan di balik lemari untuk mengelabui petugas.

Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa isi brankas tersebut sangat mengejutkan, berisi tumpukan uang tunai dalam mata uang asing yang nilainya sangat besar.

“Ada di balik lemari brankasnya," kata Budi.

Penyidik mengamankan dokumen transaksi keuangan serta tumpukan mata uang Dollar Singapura (SGD) dan Dollar Amerika (USD) dari lokasi tersebut.

Selain kafe, polisi juga menyisir sebuah money changer yang diduga kuat menjadi instrumen pencucian uang untuk mengubah hasil korupsi menjadi aset yang tampak legal.

Hingga saat ini, situasi di Mapolda Metro Jaya masih terus dipantau, mengingat kehadiran puluhan pria berambut cepak tersebut belum membubarkan diri sepenuhnya sementara penyidik terus mendalami keterkaitan Jampidsus dalam pusaran kasus ini.

Load More